Tampilkan postingan dengan label SYAREAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SYAREAT. Tampilkan semua postingan

AL-QUR'AN bukan saja sebagai kitab suci umat islam tapi umat manusia di muka bumi ini

AL-QUR'AN bukan saja sebagai kitab suci umat islam tapi umat manusia di muka bumi ini, berupa buku atau benda mati yang berisi petunjuk untuk menjelaskan tentang Al-qur'an yang hidup yang ada pada diri manusia, berbicara tentang manusia, berbicara tentang alam semesta, berbicara tentang Tuhan, karena ini semua kait-terkait dan saling berhubungan.
Jadi Al-qur'an yang hiduplah yang harus kita tanamkan dalam dada bukan al-qur'an yang berupa buku yang kita persoalkan, dalam Al-qur'an ada Al-qur'an artinya Alqur'an tidak bisa di artikan secara harfiahnya saja, ada Al-qur'an yang tersembunyi yang hanya dapat dipahami oleh mereka yang mendapatkan hidayah.

Kalau saja ilmu Al-qur'an ini tertulis dan bisa dibaca maka semua orang hanya cukup dengan membaca sudah pasti memahami ilmunya, tapi lain teori lain prakteknya karena dalam praktek kita akan mendapatkan teori yang baru, inilah yang dimaksudkan dengan Alqur'an yang hilang tersebut yang harus kita cari, dan tidak terbatas kepada kata-katanya saja.
Al-qur'an telah diartikan sebagai firman tuhan kata-kata tuhan (yang turun melalui Jibril kepada Muhammad) berarti tuhan berbicara. apa yang muncul dipikiran kita ketika mendengar tuhan berbicara?...
ISLAM itu Universal mencakup seluruh kehidupan umat manusia, Islam sudah ada sejak permulaan manusia ada dimuka bumi Karena Islam adalah norma-norma agama yang luhur, tetapi arti islam yang selama ini telah kita berikan sebagai salah satu agama yang muncul pada abad ke 6 masehi dengan perlambangan dan tatacara beridahnya sudah mengkalsifikasikan umat manusia apalagi dengan adanya beberapa dalil yang telah diartikan secara "Extrem" dengan mengkafirkan orang lain diluar ajaran agama Islam.
Apakah adil ketika ada orang yang berahlaq baik lantaran hanya berbeda ajaran menjadi kafir?.. sesungguhnya Islam tidak sesempit yang mereka pikirkan.
Kata ISLAM yaitu, Alif, Syin, Lamalif, Mim artinya Alif melambangkan Anna Allah Hu Ahad = DzatullHaq, Syin = Selamat, Lamalif = Laillaha illallah dan Mim = Muhammadrasullullah
Yang jika dirangkum menjadi = Allah menyelamatkan orang yang menyebut Laillahaillallah Muhammadarrasullullah.
(Laillahaillallah = Diri batin, Muhammadrasullullah=Diri Lahir)

Kalimat ini jika kita jabarkan lagi maka menjadi"Allah menyelamat orang yang menjaga dirinya secara lahir dan batin" maksud akhirnya ditujukan bagi semua umat manusia untuk memelihara diri lahir dan batinnya.
Salam Rahayu...

MAKRIFATUN NAFS

MAKRIFATUN NAFS
Memahami ilmu Ma'rifatullah kita harus memulainya dari ma'rifatun nafs terlebih dahulu barulah naik ketingkat pemahaman ma'rifatullah, terkadang ada diantara kita ingin belajar ma'rifatullah tanpa memulai pemahaman terlebih dahulu tentang hakikat diri (ma'rifatun nafs) akhirnya dia tidak akan menemukan apa-apa kecuali kebingungan dan kerancuan dalam pikiran, mustahil ada seseorang bisa memahami ma'rifatullah sebelum memahami dirinya dalam tingkat Ma'rifatunnafs terlebih dahulu.

Firman Allah : "Ya muhammad kenalilah diri kamu sebelum engkau mengenali Aku dengan sebenar-benar mengenal diri. ya muhammad Aku jadikan baharu alam ini karena engkau dan Aku jadikan engkau karena Aku maka engkau inilah sebenar-benar Rahasia Aku"
Ma'rifatunnafs dan Ma'rifatullah dimulai dengan memahami sifat 20 yang ada pada haq Allah dan yang ada pada diri.
Sifat dua puluh bagi Allah :
-Sifat Nafsiah > Wujud
-Sifat Salbiah > Qidam, Baqa’, Mukhalafatulilhawadis, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniah.

-Sifat Ma’aniy: Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, Kalam.
-Sifat Ma’nawiyah: Qodirun, Muridun, Alimun, Hayun, Sami’un, Bashirun, Mutakalimun.
*Ahdat itu ALLAH
(Dzat yang rahman dan rahim)
*Wahdat itu MUHAMMAD
(ruh idhafi)
*Wahidiat itu ADAM (jasad),

~Hakekat Allah hidup tiada mati Hakekat Muhammad Haq diri Allah Hakekat Adam tiada diriku Allah yang ada.
~Sifat dua puluh yang ada pada diri kita :
-Wujud = Tubuh kita,
-Qidam = Daging kita,
-Baqa’ =Tulang kita,
-Mukhalafatu lilhawadis = Urat kita,
-Qiyamuhu Binafsihi = Dzat dan Sifat kita,
-Wahdaniah = Hati kita,
-Qudrat = Kaki kita,
-Iradat = Sumsum kita,
-Ilmu = Pengetahuan kita,
-Hayat = Hidup kita,
-Sama’ = Telinga kita,
-Bashar = Mata kita,
-Kalam = Lidah kita,
-Qodirun = Sulbi kita,
-Muridun = Otak kita,
-Alimun = Jantung kita,
-Hayyun = Darah kita yang hidup,
-Sami’un = Empedu kita,
-Bashirun = Limpa kita,
-Mutakallimun = Lidah kita.

~Sifat dua puluh menjadi Diri sebenarnya diri :
1) Wujud » jasad insan SifatKU menjadi tanggungan didalam dunia.
2) Qidam » Ruh Jasmani kulitKU meliputi sekalian alam.
3) Baqa' » Ruh Ruhani dagingKU tanggungan rahsia didalam diri.
4) Mukhallafatuhu Lil Hawadith } Ruh Nabati darahKU meliputi alam diri.
5) Binafsihi » Ruh Insani nafasKU jadi ucapan didalam diri.
6) Wahdaniat » Ruh Rabbani hatiKU jadi ilmu didalam diri.
7) Qudrat » Ruh Qudus urat putihKU yang tidak berdarah berjalan disetiap diri.
8) Iradat » Ruh Kahfi tulangKU asal jadi kekuatan alam sendiri.
9) Ilmu » Ruh Idhafi asal mula jadi nyata didalam cermin Haq diri.
10) Hayat » Ruh Nurani uratKU yg meliputi tubuh aku yang hidup sendiri.
11) Sama' » besi Kursani pendengaranku asal semula jadi sekalian alam diri.
12) Bashar » pancaran Manikam kalam AKU berkata-kata dengan sendiri.
13) Kalam » Ruh mutu Manikam menzahirkan perkataan diri di alam dunia.
14) Qadirun » Wujud Manikam tali RuhKU Kunhi Dzat dengan sifatKU.
15) Muridun » Ilmu Allah badanku asal mula jadi Kalimah didalam diri.
16) Alimun » Derajat Àllah kebesaranKU asal mula jadi duduk didalam otak yang putih.
17) Hayyun » suci kalimah AKU asal mula jadi alam diriku.
18) Samiun » Dzat Sifat Wahdah didalam kalimah iman diriku.
19) Bashirun » Rahsia nyawa dengan badan Wahidah bersama Dzat dan badan tidak bercerai dunia akhirat.
20) Mutakkalimun » Ghaib didalam ka'bah Arasy yang putih didalam kalimah Ma'rifatullah.

Jadi yang dikatakan "Rahasia Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “QALA” yaitu ;
Wujud, Qidam, Baqa', Mukhallafatuhu Lil Hawadith, Qiyamuhu Ta'ala Binafsihi.

Dan yang dikatakan "Nyawa Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Enam Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILAHA“ yaitu ;
Sama', Bashar, Qalam, Sami'un, Bashirun, Mutakallimun.

Dan yang dikatakan "Hati Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Empat Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILLA“ yaitu ;
Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat.

Dan terakhir yang dikatakan "Tubuh Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ALLAH“ yaitu ;
Qadirun, Muridun, Alimun, Raji'un Wahdaniat.

Salam Rahayu🙏

Jalan-Ku adalah jalan para pemberani.

Jalan-Ku adalah jalan para pemberani.
Hanya bisa dilalui oleh para pemberani.
Kalau engkau penakut,,,lebih baik berhenti disini saja.
Usah lanjutkan perjalanan ini...
Karena engkau pasti akan gagal!.

Tapi jika engkau keluar dari jalan ini...
Pasti engkau menjadi budaknya dunia dan hawa nafsu.Terpatri dan terpenjara di dalamnya.

Jalan-Ku jalan kemenangan
Kemenangan adalah keberanian
Berani menerima suratan ilahi dan menggenggamnya.
Lalu membawanya melangkah melintasi matahari.
Berjalan pada jalan-Ku berati engkau beserta-Ku.
Karna saat itu Aku keluar,,,engkau kedalam
Turutilah Jalan-Ku jangan jalan-mu
Asalamualaikum...
Salam rahayu🙏

Qalbun Salim Bil Makrifatillah


Qalbun Salim Bil Makrifatillah
Makrifatullah : Jalan Keselamatan Diri Dunia Akhirat Firman Allah dalam surah (az-Zumar:9)
"Adakah sama orang jahil dengan orang yang berilmu?"

"Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguhmenuju Rabbmu, maka kamu pasti akan menemui-Nya."
(QS. Al Insyiqaq: 6)

"Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun, Kecuali orang-orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera ;
(Asy-Syu'araa [26] : 88 - 89)

Menurut ahli Tasawuf, berilmu yang dimaksudkan di sini ialah Ilmu Makrifatullah.
Inilah ilmu yang paling utama dan penyelamat bagi manusia. Mengenal Allah secara ilmu dzahir adalah sebagai pengenalan awal kepada diriNya sedangkan pengenalan melalui cahaya hati (batin) adalah pengenalan yang hakiki.

Hati yang bersih akan tersingkap baginya pelbagai rahasia ketuhanan.
Semakin ia bersih, semakin memancarlah makrifat pada hatinya.

Hati yang memancar ini adalah hati yang melalui proses ilmu, ibadah dan mujahadah yang istiqamah serta pensucian diri lahir batin.
Mereka yang tersingkap kepadanya rahasia ihsan (sentiasa melihat Allah atau Allah melihatnya).

imannya tidak perlu kepada dalil atau bukti untuk membuktikan wujud Tuhan. Ini karena hatinya sentiasa melihat Allah di dalam pandangan dan pendengarannya di mana saja ia berada.
Firman Allah : "Dimana kamu hadap di situlah wajah Allah SWT." (Al-Baqarah : 115)

Hati yang bersih dari segala hijab keduniaan dan nafsu akan melihat dan merasai ayat-ayat Allah dengan pandangan hakikat. Inilah kasyaf yang hakiki di mana hatinya dapat menangkap rahasia ayat-ayat Allah dengan penglihatan yang Haqq.
Firman Allah: "Sesungguhnya tidaklah menyentuh Al-Quran itu melainkan mereka yang suci…"
Ayat ini ditafsir dengan maksud bahwa ayat-ayat Allah tidak akan berada dalam jiwa yang kotor. Bacaan mereka hanyalah di lidah, bukannya di hati. Ilmu mereka hanyalah di akal tapi tidak di hati.
Tanyalah diri sendiri, bagaimanakah perasaanmu bila membaca ayat :
"Dan Dia (Allah) bersama kamu di mana kamu berada." (al-Hadid : 4)

Kalau hati kamu keras dan tidak merasa apa-apa, ayat di atas hanyalah sekadar suatu maklumat pada akalmu saja. Dan apabila hal keTuhanan berada pada akal, ia akan hilang apabila kamu berfikir pada perkara yang lain pula. Tetapi jika hatimu bersih, ayat ini dapat dirasai dan dilihat dengan pandangan cahaya hati sehingga merasai kebersamaan dengan Allah di mana saja berada.
Mereka yang mengingati Allah dalam penghayatan dan penglihatan akan merasai kelazatan iman dan makrifat yang tidak terhingga. Allah adalah kekasihnya dan ia meninggalkan apa jua yang boleh melalaikan ia dengan Allah. Allah adalah yang dirindui dan ia menjadi perindu, Allah menjadi pujaan dan ia sebagai pemuja.
Siapa yang mengenal Tuhan, ia akan mencintai Tuhan dan leburlah segala keindahan yang lain. Sesiapa yang mengenal Tuhan, tiadalah ia resah gelisah dengan apa jua yang menimpanya. Memancar pada hatinya sifat kecintaan, keyakinan, ketakwaan, kerinduan dan ia mendapat perlindungan dari Allah SWT.
Ini disebabkan hatinya senantiasa bercahaya dengan dzikrullah dan Allah memberi pengakuan dengan firmanNya :
"Dan ingatlah kepada-Ku, nescaya Aku ingat kepadanya…"
(al-Baqarah : 152)

Apabila Allah mengingatinya, niscaya hatinya dipenuhi dengan cahaya kebenaran dan terhapuslah cahaya kebatilan yang datang dari syaitan.
Firman Allah : "Apabila datangnya kebenaran (Haq) akan terhapuslah kebatilan" (Al-Isra : 81)

MENGENAL TUJUH MAQOM LATIFAH

Al-Imam Muhammad Al-Ghazali Dalam Kitab Ihya Ulumudin Juz 3 Telah Membahagikan Nafsu Dalam 7 Tingkatan Yang Dikenal Dengan Istilah "Marotibun-Nafsi"

Tempat-tempat dimana nafsu Ini bersemayam dalam dunia sufi niasa dinamakan sebagai "Lathifah", yaitu sebuah titik halus dalam diri kita yang keberadaannya tersebar pada tubuh kita...
(1) Nafsu Ammarah :
Tempatnya Adalah "Ash-Shodru" Artinya DADA.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Bukhlu Artinya Kikir Atau Bakhil
2. Al-Hirsh Artinya Tamak Atau Rakus
3. Al-Hasad Artinya Hasad
4. Al-Jahl Artinya Bodoh
5. Al-Kibr Artinya Sombong
6. Asy-Syahwat Artinya Keinginan Duniawi


Tempatnya Adalah "Al-Qolbu" Artinya HATI Tepatnya dua jari di bawah dada kiri.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Laum Artinya Mencela
2. Al-Hawa Artinya Bersenang-Senang
3. Al-Makr Artinya Menipu
4. Al-'Ujb Artinya Bangga Diri
5. Al-Ghibah Artinya Mengumpat
6. Ar-Riya' Artinya Pamer Amal (Riyak)
7. Az-Zhulm Artinya Zalim
8. Al-Kidzb Artinya Dusta
9. Al-Ghoflah Artinya Lupa


(3) Nafsu Mulhamah :
Tempatnya Adalah AR-RUH,
Tepatnya Dua Jari Di Bawah Susu Kanan.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. As-Sakhowah Artinya Murah Hati
2. Al-Qona'ah Artinya Merasa Cukup
3. Al-Hilm Artinya Murah Hati
4. At-Tawadhu' Artinya Rendah Hati
5. At-Taubat Artinya Taubat Atau Kembali Kepada Allah
6. As-Shobr Artinya Sabar
7. At-Tahammul Artinya Bertanggung Jawab

(4) Nafsu Muthmainnah :
Tempatnya Adalah AS-SIRR
Artinya Rahasia, Tepatnya Dua Jari Dari Samping Dada Kiri.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Juud Artinya Dermawan
2. At-Tawakkul Artinya Berserah Diri
3. Al-Ibadah Artinya Ibadah
4. Asy-Syukr Artinya Syukur Atau Berterima Kasih
5. Ar-Ridho Artinya Redha
6. Al-Khosyah Artinya Takut Akan Melanggar Larangan

(5) Nafsu Rodhiyah :
Tempatnya Adalah SIRR AS-SIRR
Artinya Sangat Rahasia, Tepatnya Di Jantung Yang Berfungsi Menggerakkan Seluruh Tubuh.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Karom Artinya Pemurah/Mulia hati
2. Az-Zuhd Artinya Zuhud Atau Meninggalkan Keduniawian
3. Al-Ikhlas Artinya Ikhlas Atau Tanpa Pamrih
4. Al-Waro' Artinya Meninggalkan Syubhat
5. Ar-Riyadhoh Artinya Latihan Diri
6. Al-Wafa' Artinya Tepat Janji

(6) Nafsu Mardhiyah :
Tempatnya Adalah AL-KHOFIY
Artinya Samar, Tepatnya Dua Jari Dari Samping Dada Kanan Ke Tengah Dada.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Husnul Khuluq Artinya Baik Akhlak
2. Tarku Maa Siwallah Artinya Meninggalkan Selain Allah
3. Al-Luthfu Bil Kholqi Artinya Lembut Kepada Makhluk
4. Hamluhum 'Ala Sholah Artinya Mengurus Makhluk Pada Kebaikan
5. Shofhu 'An Zunubihim Artinya Memaafkan Kesalahan Makhluk
6. Al-Mail Ilaihim Liikhrojihim Min Dzulumati Thoba'ihim Wa Anfusihim Ila Anwari Arwahihim
Artinya : Mencintai Makhluk Dan Cenderung Perhatian Kepada Mereka Guna Mengeluarkannya Dari Kegelapan (Keburukan) Watak Dan Jiwa-Jiwanya Ke Arah Bercahayanya Ruh-Ruh Mereka.

(7) Nafsu Kamilah :
Tempatnya Adalah AL-AKHFA
Artinya Sangat Samar, Tepatnya Di Tengah-Tengah Dada.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Ilmul-Yaqiin
2. Ainul-Yaqiin
3. Haqqul-Yaqiin

Dan tidak ada jalan yang terbaik untuk membersihkan segenap nafsu ini selain dzikir dan pensucian dzahir batin oleh karena itu, Para ulama tareqat Mengajarkan methode dzikir Terutama Zikir Nafi Itsbat (Laa Ilaaha Illallah) Yang Tekniknya Mengatur Aliran Zikir Ke Seluruh Lathifah-Lathifah.
Makrifat Itu Fardu
1. Makrifat kepada Keesaan AF'AAl Allah.
2. Makrifat kepada Keesaan ASMA' Allah.
3. Makrifat kepada Keesaan SIFAT Allah.
4. Makrifat kepada Keesaan DZAT Allah.

-Adapun Makrifat tertakluk kepada mengenal diri
-Adapun mengenal diri tertaluk kepada memfanakan Wujud dirinya
-Artinya barang siapa mengenal Allah maka binasalah wujud dirinya
-Artinya terlepaslah daripada syirik yang tersembunyi karena tidak ada maujud manusia. -Yang Maujud hanya Allah semata mata

Salam Rahayu 🙏🙏🙏 

CAHAYA DIATAS CAHAYA

CAHAYA DIATAS CAHAYA
HATI mu adalah sebuah CERMIN yang mengkilap... Engkau harus menggosoknya bersih dari debu yang berkumpul menutupi diatasnya, agar dapat memantulkan
CAHAYA dari RAHASIA ILAAHI.

-Ketika Cahaya (NUR) ALLAH mulai bersinar didalam HATI mu, maka PELITA HATI akan menjadi bercahaya...
-Kemudian didalam HATI itu, sorotan cahaya PENEMUAN ILAAHI akan muncul...
-Kemudian PELITA KEBIJAKAN akan bercahaya oleh dirinya sendiri...
-Jika cahaya dari rahasia-rahasia ILAAHI telah BERSINAR, maka langit malam (kegelapan) rahasia-rahasia itu akan menyala terang dengan ribuan bintang-bintang...

Jika pelita dari rahasia-rahasia ILAAHI dinyalakan didalam BATHIN mu maka (pelita rahasia) yang lain akan segera datang secara sekaligus maupun sedikit demi sedikit
Langit gelap (kebodohan) akan bercahaya oleh kehadiran ILAAHI dan KEDAMAIAN serta KEINDAHAN bulan purnama akan muncul dari cakrawala memancarkan "CAHAYA DIATAS CAHAYA"

Kemudian engkau akan melihat dari cakrawala AKAL ILAAHI, matahari pengetahuan sedang terbit, ini adalah matahari pribadimu, karna engkau adalah orang terpilih yang ALLAH bimbing diatas jalan yang benar, bukan orang yang DIA biarkan dalam kebodohan dan ketakutan..
Akhirnya buhul(simpul) akan disatukan sesuai dengan perumpamaan-perumpamaan yang ALLAH peruntukan bagi manusia, ALLAH MAHA MENGETAHUI SEGALA SESUATU, dan selubung (hijab) akan tersingkap dan kulit tidak lagi menutupi wajah..
Semua ini akan dimulai apabila CERMIN HATI mu telah bersih, CAHAYA RAHASIA-RAHASIA ILAAHI akan jatuh diatas CERMIN HATI mu kapan saja engkau mau dan meminta kepada-NYA dari-NYA dan bersama-NYA...
Maka mulailah bersihkan HATI mu, gosoklah dengan sungguh-sungguh agar semua kotoran yg melekat yang menutupi CERMIN HATI mu dapat terangkat, hingga CERMIN HATI mu kembali mengkilap, maka akan kau saksikan tanpa penghalang, betapa MAHA AGUNG-NYA KEINDAHAN WAJAH-NYA...
Bersihkanlah dengan PERTOUBATAN mu, gosoklah agar mengkilap dengan AMALIYAH NAWAFIIL mu yang TERBIMBING secara ISTIQOMAH. tanpa kesungguhan upaya keras maka kotoran-kotoran yang melekat akibat DUNIAWIYAH mu dan KEMANUSIAAN mu, akan sulit kau bersihkan...
YA ALLAH YA TUHANKU..
YANG MAHA KUASA MAHA KEHENDAK
KAMI MOHON AMPUNILAH DOSA SIFAT PERILAKU PERILAKU KUASA KEHENDAK, KALAM SUARA PENGUCAP, AKAL FIKIRAN HIDUP KAMI ATAS KEHENDAK ENGKAU SELAMANYA.......AAMIIN YA ALLAHU YA ROBBAL ALAMIIN...

Asalamualaikum...

RAHMAN DAN RAHIM-NYA

RAHMAN DAN RAHIM-NYA
"BA" itu adalah huruf yang membentuk mangkok, di mana titik pertama permulaan di namakan "AR-RAHMAN", dan di sinilah yang di namakan "KUN"
Kun artinya jadilah, dan adapun titik terakhir di namakan "AR-RAHIM", dan inilah yang di namakan "FAYAKUN), yang artinya maka terjadilah.

Kembali bilamana titik pertama yang mengawali-nya mempunyai sifat rahman dan titik akhir-nya adalah sifat RAHIM-NYA maka di katakan itu kebenaran bahkan melampaui kebenaran itu, Lalu kenapa yang buruk itu sering kita kaitkan dengan Allah padahal RAHMAN dan RAHIM itu bukanlah sesuatu yang buruk
Perlu di sadari dari huruf ALIF GHAIB menyatakan diri pada huruf ALIF NYATA (jasad), itu merupakan cerita Allah, bagaimana Allah menciptakan manusia menjadi khalifah di bumi dengan bermodalkan hati sebagai tempat menampung ilmu Allah
Ke kanan ia bersifat RAHMAN
Ke kiri ia bersifat RAHIM
Ke atas ia BERHABLU MINALLAH
Ke bawah ia BERHABLU MINANNAS

Adapun sifat ALIF NYATA (jasad), pada dasarnya bersifat RAHMAN dan RAHIM dan sifat itu sejak AZALI adanya, Mungkin engkau akan berkata :
"Keburukkan itu datang atas kuasa Allah, dan manusia tiada upaya akan hal itu"

Benar apa yang di katakan itu, namun sadarilah, keburukkan itu datang dari Allah tapi di peruntukkan kepada iblis, dan adapun manusia itu bukanlah iblis melainkan ia menjadi sifat RAHMAN dan RAHIM-NYA Allah untuk menjadi rahmat bagi alam ini
Bukankah manusia itu di ciptakan seperti rupa rahman rahimnya...???
Lalu kenapa sifat buruk ingin di sematkan pada manusia....???
Ingat... !! Manusia itu bukan iblis, melainkan manusia itu RAHMAN RAHIM-NYA yang di sifatkan "LA ILAHA ILALLAH, MUHAMAD RASULULLAH"

Allah SWT pernah berfirman kepada Dawud as:
"Aku pernah mengajarkan kepada Bani Isra'il bahwa Aku dengan seluruh makhluk-Ku tak ada hubungan nasab sama sekali, Namun mereka sangat berhasrat untuk berada di sisi-Ku, sehingga Aku memperkenankan mereka untuk mendapatkan apa yang tak terlihat mata, apa yang tak terdengar telinga, dan apa yang tak pernah terlintas dalam hati manusia"

Letakkan "Aku" di antara kedua belah matamu, lalu lihatlah Aku dengan mata batinmu, Janganlah kamu melihat orang-orang yang akalnya terselubung hijab dengan indera penglihatan yang berada di kepala mereka, Sebab pandangan akal mereka sudah penuh dengan polusi karena terputus dari pahala-Ku
Aku bersumpah demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak akan membuka pahala-Ku bagi hamba yang menaati-Ku hanya sekadar coba-coba, sekadar mencari pengalaman, atau sekadar berkeinginan (untuk taat) namun tak melakukan apa pun
Rendahkan dirimu terhadap orang yang kamu beri pelajaran, Jangan pernah berbuat aniaya atau takabur terhadap orang-orang yang berkehendak menuju kepada-Ku (al-muridin)
Semoga bermanfaat..
Asalamualaikum

ASAL SEMBAHYANG

ASAL SEMBAHYANG
Barang Siapa Mengenal Diri dengan Hakikatnya Yang Benar, Maka Orang Itulah Yang Putus Ma'rifatnya Kepada Allah.
Tetaplah orang itu yang bisa Mengusulkan sekalian Ilmu ini,
Maka bertanyalah Syekh Abd Kadir Jabal orang Ilmu Syariat kepada Syekh Karami Wali Ma'rifat
Soal : "Apakah Asal Sembahyang Itu Dengan Sebab 5 Waktu Sehari Semalam"
Jawab : "Yaitu Daripada Embun Yang Mengadakan Nuktah,
Asal Sembahyang Yang 5 Waktu itu Ialah Asal Titik Yang 3, Maka Dinamakan Rukun TIGA BELAS,

Kedatangannya itu ialah :
1. EMPAT DARI BAPAK IALAH :
- MANI jadi urat dan tulang
- MANIKAM jadi otak dan sumsum

2. EMPAT DARI IBU IALAH :
- WADI jadi bulu roma dan kulit
- MADI jadi darah dan daging

3. LIMA DARI TUHAN IALAH :
- Pendengaran
- Penglihatan
- Penciuman
- Perasaan
- Penjabatan

INILAH YANG DINAMAKAN PANCA INDRA, YAITU WAKIL TUHAN KEPADA KITA
Pendengaran terbagi empat :
Dua Mata - Dua telinga itulah Sembahyang ASHAR

Penciuman terbagi empat :
kiri kanan - depan belakang itulah Sembahyang DZUHUR

Penglihatan terbagi Tiga :
dua lubang hidung - satu mulut itulah Sembahyang MAGRIB

Perasaan terbagi Empat :
dua anggota kaki - dua anggota tangan itulah Sembahyang ISYA

Penjabatan terbagi dua :
Satu lubang Air kecil - satu lubang Air Besar itulah Sembahyang SHUBUH

1. LIMA DARI TUHAN YAITU :
Wujud Dzat Namanya
2. EMPAT DARI BAPAK YAITU :
Wujud Mani Namanya
3. EMPAT DARI IBU YAITU :
Wujud Akli Namanya

DIMANAKAH TEMPAT WUJUD ITU ?,
"Tempatnya Dalam Diri kita, Maka Wujud Yang Tiga itu ialah :
1. WUJUD DZAT Tempatnya Pada Nafas kita Yang Menjadi Ucapan Yang Tiada Berkeputusan Kepada Allah Yaitu Nyawa kita.
2. WUJUD MANI Tempatnya Pada Urat Yang Putih Yang Tiada Berdarah Yakni Benih Dalam Diri kita.
3. WUJUD AKLI Tempatnya Pada Pusat kita Yaitu Jalan Roh Awal Mula kita Zahir dari ibu kita ke dunia.

Adapun DZATI Ialah Tiang Agama Yang Zahir, Wujud MANI Ialah Tiang Agama Yang Batin.
Dua perkara yang harus kita ketahui ialah :
1. BAPAK SEGALA ROH ITU RASULULLAH.
2. BAPAK SEGALA JASAD ITU ADAM.

Hendaklah kita ketahui benih turun dari ADAM Yaitu Embun Setitik.
Air Rohani Asalnya,
MANIKAM AWAL Terjadi.
Sabda Nabi SAW :
"HUDSUNAMA 'ANU ILLA A BANI ADAM"

Sekalian Yang Menanggung Jasad itulah Semata-Mata Pada benih ADAM
Semoga bermanfaat...
Assalamualaikum

DZIKIR

DZIKIR SYARIAT Adalah :
"LAA ILAAHA ILLALLAH"
diucapkan berulang-ulang dengan lisan sampai masuk kedalam hati sehingga lisan atau mulut tidak berucap lagi.
Rahasia dzikir ini terdiri dari 12 huruf yang sama Maknanya dengan Waktu 12 jam, Dzikir ini selalu dikumandangkan oleh para Malaikat bumi (Malaikatul Ahyar) ketika ALLAH SWT Menciptakan setiap Makhluknya di muka bumi



DZIKIR TOREKAT Adalah :
"ALLAH-ALLAH-ALLAH"
diucapkan berulang-ulang di dalam hati saja dengan pengosongan pikiran, lalu fokus pada Nama tadi sehingga Nama ALLAH tadi membuat dan Menciptakan Alam bayangan hidup didepan Mata anda sendiri, jangan kaget dan takut oleh fenomena tersebut karena para jin syetan selalu mengintai anda tetapi berlindunglah Kepada ALLAH SWT yang Maha Menjaga Orang Beriman dengan ayat dan doa :

AUDZU BILLAHI MINAS SYAITHANIR RAJIM……………
LAA ILAAHA ILLALLAH ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZ ZHALIMIN……….lalu lafazkan…
ALLAHU SALAMUN HAFIZHUN WALIYYUN WA MUHAIMIN
( Allah Yang Maha sejahtera, Maha Memelihara, Maha Melindungi lagi Maha Menjaga Hambanya yang beriman)


DZIKIR HAKIKAT Adalah :
"HU-HU-HU" (DIA ALLAH)
diucapkan dalam hati saja melalui perantaraan tarikan Nafas ke dalam sampai ke perut, usahakan perut tetap keras biarpun Nafas telah keluar, dalam bahasa Ilmu tenaga dalam ini adalah metode pemusatan power lahiriah dari perut, dalam istilah cina yin dan yang ini adalah penyembuhan atau pengobatan pada diri secara bathiniah dan kesemuanya itu benar adanya karena pusat perut adalah sumber daya energi kekuatan manusia secara lahiriah dan bathiniah serta secara hakikat Dzikir HU sebenarnya tempatnya pada pusat perut dengan perantaraan Cahaya Nafas Yang sangat berharga pada Manusia


DZIKIR MA'RIFAT Adalah :
"HU-AH-HU-AH-HU-AH" atau "HU-WAH" (Dia Allah Bersamaku),
Sebenarnya bunyi dzikir ini sudah perpaduan antara hakikat dan ma’rifat, dzikir tersebut dilantunkan dalam hati saja dengan gerakan nafas HU masuk kedalam, AH keluar nafas, ini adalah dzikir kenikmatan, kecintaan (Mahabbatullah) yang sangat luas faedah hidayahnya dan karomahnya sehinngga dapat menyingkap tabir rahasia Allah SWT pada gerakan kehidupan ini.


DZIKIR RAHASIA MA’RIFAT
Adalah : "HU WALLAHU AHAD"
(Allah Maha Tunggal)
"HU atau HUWA" adalah nama ALLAH,
Secara harfiahnya berarti DIA,

HU adalah istilah lain yang digunakan untuk ALLAH, dan digunakan sebagai Nama ALLAH

ALLAH HU berarti ALLAH satu-satunya Dia, Dalam bahasa Arab, HU sebagai tambahan intensif untuk perkataan Allah, sehingga Allah Hu berarti Allah itu sendiri,
HU juga ditemukan dalam lafaz
"LAA ILAAHA ILLAALLAH HU" :
(Tidak ada Tuhan kecuali Allah),
Atau dalam intepretasi Sufi
(Tidak ada kenyataan kecuali Allah)


DZIKIR adalah kata Puji Tiada Yang lain Puji Muhammad kepada Kekasih atau Puji Allah pada Kekasihnya

DZIKIR SIRR Adalah DZIKIR RAHASIA, Bila dikatakan rahasia, juga tempat berdzikir juga semestinya Rahasia (pahamilah).
DZIKIR RAHASIA berbunyi AH, AH adalah gabungan antara huruf ALIF dan HA
(apakah hakikat ALIF dan HA?)
Sifat dan laku ALIF adalah atas, bawah dan didepan, Tidak ada ALIF dibelakang, ALIF diatas berbunyi (A), ALIF dibawah berbunyi (I), ALIF didepan berbunyi (U)
Sementara HA hanya bersifat didepan
(tiada dalam zikir disebut HA atau HI hanya HU, karena tiada bersifat diatas atau dibawah HA didepan berbunyi HU bersesuaian kedudukan, HA hanya didepan walau apapun kedudukan ALIF sama ada didepan, atas atau dibawah),
pahamilah kiasan ini...


Ada yang berdzikir dengan A,I,U
(ada amalan AH, IH, UH ) atau HU, tetapi yang sebenar-benar Dzikir sir adalah AH karena Dzikir ini pada hakikatnya digelar Dzikir perkamilan Allah dan muhammad di Sidratul Muntaha

Pada AH berada makam fana dan baqa, maka cari dan gali lah, Kalau tidak karena Ma'rifat, tidak akan bersama ALIF dan HA menjadi AH

Cinta Illahi itu adalah Asyik, Bagaimana dengan Cinta Insani?
Apa pun kedua-dua nya tetap dari kata Cinta, Sipencinta akan merasa kerinduan yang teramat didalam cinta yang mempunyai arti suatu tanda yang menggirangkan (Bahjah)

Pahami hal ini berulang ulang :
Ibn Arabi menjelaskan ;
"Jika engkau mencintai suatu wujud karena keindahannya, engkau tak lain mencintai Allah, karna Dia adalah satu-satu nya Wujud yang Indah"


Hakikat sebenarnya Cinta adalah hubungan yang mengakibatkan ketenangan yaitu setelah kembali ketanah Air-negeri Asalnya...

DZIKIR NAFAS


DZIKIR NAFAS
Dzikir Nafas yang Khusyuk adalah tatacara untuk memasuki beberapa lapis dari dimensi Alam Ruhani, Dzikir yang dikerjakan seperti layaknya Mi'raj yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw..
Kita berusaha merasakan kehadiran Allah dalam Diri dan menghadap-Nya, Jika di Dunia saja kita tidak pernah merasakan kedalaman batin semacam ini, bagaimana mungkin berkesempatan melihat Wajah-Nya di Alam Akhirat, Mari Menggali potensi dan daya ruhani kita selagi ada kesempatan

Rasulullah SAW bersabda :
"Kalian akan melihat Tuhan kalian, seperti kalian melihat bulan pada malam purnama"
(HR. Al-Bukhari)

Allah memiliki Surga yang di dalamnya tidak ada bidadari dan istana, tanpa madu dan susu, Kenikmatan di Surga itu hanya satu, yaitu Melihat Dzat Allah Sebagaimana yang difirmankan Allah SWT,
"Wajah-wajah (orang-orang Mu’min) pada hari itu berseri-seri, Kepada TuhanNyalah mereka melihat" (QS. Al-Qiyamah : 22-23)

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan :
"Andaikan malaikat dan jasmani memaksa masuk ke alam ini (Alam Lahut) yakni segala sesuatu selain Ruh Al-Qudsi, maka keduanya pasti akan terbakar"

Hadis Qudsi :
"Seandainya dibuka kesucian wajah-Ku yang Mulia maka pastilah terbakar segala sesuatu sejauh 'Mata-Ku' memandang".
(HR. Muslim)

Sebagaimana juga yang diungkapkan Jibril AS :
"Andaikan Aku Mendekat, Pastilah Aku Terbakar"

- Barang Siapa Mengenal Dirinya, Maka Dia Akan Mengenal Sifatnya,
- Barang Siapa Mengenal Sifatnya, Maka Dia Akan Mengenal Nafasnya,
- Barang Siapa Mengenal Nafasnya, Maka Dia Akan Mengenal Hatinya,
- Dan Barang Siapa Mengenal Hatinya, Maka Dia Akan Mengenal Rasanya,
- Dan Barang Siapa Mengenal Rasanya, Maka Dia Akan Mengenal Rahasianya

Arifbillah selalu berkata tentang "RAHASIA" rahasia itu ialah AKAL, AKAL itu adalah DIRI, Pada DIRI itulah bermula Segala-Galanya.
DIRI itulah Yang Mengenal Allah, DIRI itulah Yang Ingat, Yang Takut, Yang Harap, Yang Taat, Yang Ikhlas, Yang Cinta, Yang Rindu.
Tapi Diri itu jugalah Yang Lupa, Yang Jahil, Yang Ingkar, Yang Zalim, Yang Riya, Yang Ujub!

Silatun adalah istilah lain dari "Sambung Rahsa" dengan Allah. Ada banyak cara untuk melatih sambung rahsa ini, namun ada satu cara yang saya kira cukup simpel dan efektif. Yakni Silatun / Sambung Rahsa dengan metode "Dzikir Nafas"

Metode ini sangat simpel untuk segala lini masyarakat, baik yang awam spiritual atau yang pengalaman, atau yang sudah cukup lama berjalan dalam wilayah suluk.

Caranya Cukup Mudah......
Ada Tiga Langkah minimal yang musti kita pelajari dan kita praktikkan dengan istiqomah secara terus menerus...

Cara yang Pertama Duduk Rileks dengan posisi punggung tegak. Lalu amati nafas yang keluar masuk, kemudian ikuti gerak nafas.....
Hanya perhatikan dan ikuti, jangan mengatur nafas. Biarkan nafas keluar masuk dengan bebas.
Sangat mudah bukan .....?

Semoga bermanfaat...
Assalamualaikum

AWAL MULA PENCIPTAAN TAHTA MAHLIGAI

AWAL MULA PENCIPTAAN TAHTA MAHLIGAI
DIDALAM BAITUL MAKMUR

(Sesungguhnya AKU Menata Mahligai Dalam Bait Al Makmur,,
Disanalah Rumah KeramaianKu)
Baitul Makmur berada di KEPALA ADAM
didalam Kepala ada Otak
diantara Otak ada Manik
didalam Manik ada Budi
didalam Budi ada Nafs
didalam Nafs ada Sukma
didalam Sukma ada Rahsa
didalam Rahsa ada AKU

DIDALAM BAITUL MUHARRAM
(Sesungguhnya AKU Telah Menata Mahligai Dalam Bait Al Muharram,,
Disanalah Rumah LaranganKu)
Baitul Muharram berada di DADA ADAM
didalam dada Hati
diantara Hati ada Jantung
didalam Jantung ada Budi
didalam Budi ada Angan
didalam Angan ada Sukma
didalam Sukma ada Rahsa
didalam Rahsa ada AKU

DIDALAM BAITUL MUKHODDAS
(Sesungguhnya AKU telah menata mahligai dalam Bait Al Mukhoddas,,
disanalah rumah penyucianKu) Baitul Mukhaddas berada di PENIS ADAM
didalam Penis ada Testis
diantara Testis ada Nutfah/Mani
didalam Mani ada Maddi
didalam Maddi ada Waddi
didalam Waddi ada Manikam
didalam Manikam ada Rahsa
didalam Rahsa ada AKU
"Tidak ada Tuhan Kecuali AKU,,Dzat Yang Meliputi Kondisi Kesejatian"

Berdiam dalam Nukat Ghaib,, turun menjadi Jauhar Awwal...disana terkandung Alam Ahdiyah,,Wahdah, Wahdiyah, Alam Arwah,Alam Mitsal, Alam Ajsam, Alam Insan Kamil,,,
Menjadi Manusia Sempurna Sebagai Perwujudan dari SifatKu
Tetapnya dan Abadinya Keyakinan
"Aku Bersaksi Tiada Tuhan Kecuali AKU (ALLAH), Dan Aku Bersaksi Sesungguhnya Muhammad UtusanKu"

Semoga bermanfaat...
Assalamualaikum

AGAMA ISLAM TELAH SEMPURNA TIDAK MEMBUTUHKAN LAGI TAMBAHAN ATAUPUN PENGURANGAN

tidak boleh ditambah dan dikurangi.
Kewajiban umat Islam adalah ittiba’ (mengikuti).
Allah Azza wa Jalla berfirman:
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu,
dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku,
dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …”
[Al-Maa-idah: 3]
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah
(wafat th. 774 H) menjelaskan,
“Ini merupakan nikmat Allah Azza wa Jalla terbesar
yang diberikan kepada umat ini,
tatkala Allah menyempurnakan agama mereka.
Sehingga,
mereka tidak memerlukan agama lain
dan tidak pula Nabi lain selain Nabi mereka,
yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Oleh karena itu,
Allah Azza wa Jalla menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi
dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin.
Sehingga,
tidak ada yang halal
kecuali yang beliau halalkan,
tidak ada yang haram
kecuali yang diharamkannya,
dan tidak ada agama kecuali yang disyari’atkannya.
Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar,
dan tidak ada kebohongan,
serta tidak ada pertentangan sama sekali.
Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:
Dan telah sempurna kalimat Rabb-mu
(Al-Qur-an),
(sebagai kalimat) yang benar dan adil …”
[Al-An’aam: 115]
Maksudnya benar dalam kabar yang disampaikan,
dan adil dalam seluruh perintah dan larangan.
Setelah agama disempurnakan bagi mereka,
maka sempurnalah nikmat yang diberikan kepada mereka.
Oleh karena itu,
Allah Azza wa Jalla berfirman:
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu,
dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku,
dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …”
[Al-Maa-idah: 3]
Asbath mengatakan, dari as-Suddi,
“Ayat ini turun pada hari ‘Arafah,
dan setelah itu
tidak ada lagi ayat yang turun, yang menyangkut halal dan haram.
Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali
dan setelah itu beliau wafat.”
Ibnu Jarir dan beberapa ulama lainnya mengatakan,
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
meninggal dunia setelah hari ‘Arafah,
yaitu setelah 81 hari.”
Keduanya telah diriwayatkan Ibnu Jarir.
Selanjutnya ia menceritakan,
Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami,
Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami,
dari Harun bin Antarah,
dari ayahnya,
ia berkata,
“Ketika turun ayat:
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu.”
Yaitu pada haji akbar (besar),
maka ‘Umar Radhiyallahu anhu menangis,
lalu Nabi Shalalllahu ‘alaihi wa salalm bertanya,
“Apa yang menyebabkan engkau menangis?”
‘Umar Radhiyallahu anhu menjawab,
“Aku menangis disebabkan
selama ini kita berada dalam penambahan agama kita.
Tetapi jika telah sempurna,
maka tidak ada sesuatu yang sempurna
melainkan akan berkurang.”
Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau benar.”
Pengertian tersebut
diperkuat oleh sebuah hadits yang menegaskan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya Islam bermula dalam keadaan asing
dan akan kembali menjadi asing sebagaimana permulaannya,
maka berbahagialah orang-orang yang asing.”
[HR. Muslim dalam Kitabul Iman
(no. 145 (232)) dari Shahabat Abu Hurairah]
Dari Thariq bin Syihab,
ia berkata,
“Ada seorang Yahudi yang datang kepada ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu,
lalu berkata,
‘Wahai Amirul Mukminin,
sesungguhnya kalian membaca sebuah ayat dalam kitab kalian.
Jika ayat tersebut diturunkan kepada kami,
orang-orang Yahudi,
niscaya kami akan menjadikan hari itu
(hari turunnya ayat itu) sebagai Hari Raya.’
‘Ayat yang mana?’
tanya ‘Umar Radhiyallahu anhu.
Orang Yahudi itu berkata,
‘Yaitu firman-Nya:
‘… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu,
dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku,
dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …’
[Al-Maa-idah: 3]
Maka ‘Umar Radhiyallahu anhu berkata,
‘Sesungguhnya
aku telah mengetahui hari dan tempat
ketika ayat itu turun kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Diturunkannya ayat itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
yaitu di ‘Arafah pada hari Jum’at.’”
[HR. Al-Bukhari (no. 45, 4407, 4606, 7268)
dan Muslim (no. 3017 (5)),
dari Thariq bin Shihab Radhiyallahu anhu]
Demikianlah akhir dari penjelasan Imam Ibnu Katsir.
[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (II/15-16), cet I, Maktabah Daarus Salam th. 1413 H.]
Dalam ayat yang mulia tersebut
menunjukkan dengan jelas bahwa
syariat Allah ta’ala
yang diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam
telah sempurna
tidak butuh lagi tambahan atau pengurangan.
Syaik Ali Hasan Abdul Hamid Al Halabi -hafidhahullah-
dalam kitabnya Ilmu Ushul Bid’a hal 18 telah berkata:
“maka tidak boleh ada
suatu gambaran  (keinginan) pada manusia
untuk membuat suatu perkara (ibadah) baru dalam syariat,
karena penambahan dalam syariat
termaksud
suatu koreksi (pembetulan) terhadap Allah ta’ala
dan terisyarat  bahwa
syariat ini masih kurang.
Hal ini jelas menyelisihi ayat
yang ada pada  kitab Allah ta’ala”
Maka orang yang menambah-nambah
dalam syariat
berarti dia telah menyeru
bahwasanya
agama yang di bawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
belum sempurna,
hal ini merupakan
kelancangan yang jelek terhadap Allah ta’ala,
karena
orang tersebut telah menempatkan dirinya sebagai
pembuat syariat juga
(padahal penentuan syariat itu
hanyalah milik Allah Azza  wa jalla saja).
Orang tersebut juga menuduh bahwa
masih ada  yang terlupakan
bagi Allah ta’ala dan penentuan syariat ini,
-maha suci Allah dari apa yang mereka sifatkan-
padahal Allah ta’ala
telah menafikan bagi dirinya sifat lupa
sebagaimana dalam firman-Nya:
“………Tidaklah Rabbmu itu lupa”
(Maryam: 64)
Dalam sebuah hadits
dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda (artinya):
“Tidak ada satu pun amalan
yang mendekatkan kalian ke surga,
melainkan
telah aku perintahkan kalian kepadanya.
Dan tidak ada satu pun amalan
yang mendekatkan kalian ke neraka,
melainkan aku telah melarang kalian darinya….”
[HR Al Hakim dan selainnya].
Hadits yang mulia ini padanya ada penjelasan yang terang lagi jelas
bahwa sungguh segala sesuatu
yang dapat mendekatkan diri pada surga
dan segala sesuatu yang dapat menjauhkan kami dari neraka.
Sungguh
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
telah menjelaskan pada kami
maka setiap perkara (ibadah) baru
yang di buat-buat dalam agama (bid’ah)
sungguh
hal itu hanyalah
merupakan koreksi terhadap syariat
dan suatu kelancangan yang jelek
yang mana pelakunya
menganggap bahwa
syariat ini belum cukup,
dan belum sempurna !!!
Maka masih butuh kepada
perkara baru / bid’ah
(untuk menyempurnakannya)
Hadits dan penjelasan di nukil dari Ilmu Ushul Bida hal.29
Lebih lanjut
Syaikh Ali Hasan –hafidhahullah-
telah menukil perkataan Ibnu Al Maaja Suniy
bahwa
dia telah mendengar Imam Malik rahimahullah berkata:
“Siapa yang membuat suatu bid’ah
(tata cara ibadah baru
yang tidak ada contoh dan tuntunannya dari Rosululloh) dalam Islam
yang dia anggap bahwa bid’ah itu adalah hasanah (baik),
maka sungguh
dia telah menuduh bahwa
Rasulullah telah berkhianat
dalam menyampaikan risalah
karena Allah ta’ala berfirman:
” …..Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian…..”
Maka
suatu perkara
yang tidak menjadi agama pada hari itu
(hari di turunkannya ayat itu)
maka juga tidak menjadi perkara agama hari ini”
(Ilmu Ushul Bida hal.20)
Perkataan istri Nabi,
Ummul-Mukminin ’Aisyah radliyallaahu ’anhaa :
“Dan barangsiapa yang menyangka
Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyembunyikan sesuatu dari apa-apa yang diturunkan Allah,
sungguh ia telah membuat kedustaan yang sangat besar terhadap Allah.
Padahal Allah telah berfirman :
”Hai Rasul,
sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu.
Dan jika tidak kamu kerjakan
(apa yang diperintahkan itu, berarti)
kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.”
(QS. Al-Maidah : 67)
[HR. Al-Bukhari no. 7380 dan Muslim no. 177]
Jika kita memperhatikan keadaan kaum muslimin sekarang ini,
maka kita akan menyaksikan
banyak sekali praktek /amaliyah ibadah
yang dibuat-buat
dalam anggapan mereka
ini adalah perbuatan baik untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Misalnya kita melihat
sebagian kaum muslimin
mengkhususkan pembacaan surat Yasin pada setiap malam Jum’at
baik dirumah-rumah maupun dimesjid-mesjid secara bersama-sama
yang terkadang dipimpin oleh seorang yang kemudian diikuti oleh semuanya.
Coba kita bandingkan amalan ini
(pengkhususan bacaan surat Yasi pada setiap malam jum’at)
dengan pengingkaran Rosululloh
terhadap tiga orang sahabat yang ingin beribadah
melampaui ibadah Rasulullah
pada hadits tersebut diatas.
Maka kita akan mendapatkan jawabannya
bahwasanya secara asal
membaca Al-Qur’an (surat Yasin) adalah perkara yang disyariatkan
dan akan mendapatkan ganjaran/pahala,
akan tetapi
Rasulullah dan para sahabatnya
tidak pernah
mengkhususkan bacaan surat Yasin tersebut
pada tiap malam jum’at,
terlebih lagi berkumpul secara bersamaan.
Jika demikian
amalan tersebut akan tertolak dan tidak akan diterima.
Jika demikian halnya
hendaknya kita senantiasa
memperhatikan amalan-amalan ibadah kita,
jangan sampai
niat kita yang baik dalam beribadah
dirusak dengan sikap berlebi-lebihan
dalam cara pelaksanaannya.
Bukankah Agama kita islam ini telah sempurna?,
tidak butuh lagi kepada tambahan
ataupun pengurangan didalamnya.
Semoga Allah azza wajalla
senantiasa melimpahkan kepada kita
ilmu yang bermanfaat,
rizki yang baik
dan amalan sholeh yang diterima.
Amiin.
Wallahu ‘alaam wal musta’an
(hanya Alloh lah tempat meminta pertolongan)
Selesai
Ditulis ulang dari:
HTTP://ALMANHAJ.OR.ID/

https://eoinpeace.wordpress.com/2012/05/06/agama-islam-telah-sempurnatidak-membutuhkan-lagi-tambahan-ataupun-pengurangan/