Tampilkan postingan dengan label MAKRIFAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKRIFAT. Tampilkan semua postingan

AL-QUR'AN bukan saja sebagai kitab suci umat islam tapi umat manusia di muka bumi ini

AL-QUR'AN bukan saja sebagai kitab suci umat islam tapi umat manusia di muka bumi ini, berupa buku atau benda mati yang berisi petunjuk untuk menjelaskan tentang Al-qur'an yang hidup yang ada pada diri manusia, berbicara tentang manusia, berbicara tentang alam semesta, berbicara tentang Tuhan, karena ini semua kait-terkait dan saling berhubungan.
Jadi Al-qur'an yang hiduplah yang harus kita tanamkan dalam dada bukan al-qur'an yang berupa buku yang kita persoalkan, dalam Al-qur'an ada Al-qur'an artinya Alqur'an tidak bisa di artikan secara harfiahnya saja, ada Al-qur'an yang tersembunyi yang hanya dapat dipahami oleh mereka yang mendapatkan hidayah.

Kalau saja ilmu Al-qur'an ini tertulis dan bisa dibaca maka semua orang hanya cukup dengan membaca sudah pasti memahami ilmunya, tapi lain teori lain prakteknya karena dalam praktek kita akan mendapatkan teori yang baru, inilah yang dimaksudkan dengan Alqur'an yang hilang tersebut yang harus kita cari, dan tidak terbatas kepada kata-katanya saja.
Al-qur'an telah diartikan sebagai firman tuhan kata-kata tuhan (yang turun melalui Jibril kepada Muhammad) berarti tuhan berbicara. apa yang muncul dipikiran kita ketika mendengar tuhan berbicara?...
ISLAM itu Universal mencakup seluruh kehidupan umat manusia, Islam sudah ada sejak permulaan manusia ada dimuka bumi Karena Islam adalah norma-norma agama yang luhur, tetapi arti islam yang selama ini telah kita berikan sebagai salah satu agama yang muncul pada abad ke 6 masehi dengan perlambangan dan tatacara beridahnya sudah mengkalsifikasikan umat manusia apalagi dengan adanya beberapa dalil yang telah diartikan secara "Extrem" dengan mengkafirkan orang lain diluar ajaran agama Islam.
Apakah adil ketika ada orang yang berahlaq baik lantaran hanya berbeda ajaran menjadi kafir?.. sesungguhnya Islam tidak sesempit yang mereka pikirkan.
Kata ISLAM yaitu, Alif, Syin, Lamalif, Mim artinya Alif melambangkan Anna Allah Hu Ahad = DzatullHaq, Syin = Selamat, Lamalif = Laillaha illallah dan Mim = Muhammadrasullullah
Yang jika dirangkum menjadi = Allah menyelamatkan orang yang menyebut Laillahaillallah Muhammadarrasullullah.
(Laillahaillallah = Diri batin, Muhammadrasullullah=Diri Lahir)

Kalimat ini jika kita jabarkan lagi maka menjadi"Allah menyelamat orang yang menjaga dirinya secara lahir dan batin" maksud akhirnya ditujukan bagi semua umat manusia untuk memelihara diri lahir dan batinnya.
Salam Rahayu...

MAKRIFATUN NAFS

MAKRIFATUN NAFS
Memahami ilmu Ma'rifatullah kita harus memulainya dari ma'rifatun nafs terlebih dahulu barulah naik ketingkat pemahaman ma'rifatullah, terkadang ada diantara kita ingin belajar ma'rifatullah tanpa memulai pemahaman terlebih dahulu tentang hakikat diri (ma'rifatun nafs) akhirnya dia tidak akan menemukan apa-apa kecuali kebingungan dan kerancuan dalam pikiran, mustahil ada seseorang bisa memahami ma'rifatullah sebelum memahami dirinya dalam tingkat Ma'rifatunnafs terlebih dahulu.

Firman Allah : "Ya muhammad kenalilah diri kamu sebelum engkau mengenali Aku dengan sebenar-benar mengenal diri. ya muhammad Aku jadikan baharu alam ini karena engkau dan Aku jadikan engkau karena Aku maka engkau inilah sebenar-benar Rahasia Aku"
Ma'rifatunnafs dan Ma'rifatullah dimulai dengan memahami sifat 20 yang ada pada haq Allah dan yang ada pada diri.
Sifat dua puluh bagi Allah :
-Sifat Nafsiah > Wujud
-Sifat Salbiah > Qidam, Baqa’, Mukhalafatulilhawadis, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniah.

-Sifat Ma’aniy: Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, Kalam.
-Sifat Ma’nawiyah: Qodirun, Muridun, Alimun, Hayun, Sami’un, Bashirun, Mutakalimun.
*Ahdat itu ALLAH
(Dzat yang rahman dan rahim)
*Wahdat itu MUHAMMAD
(ruh idhafi)
*Wahidiat itu ADAM (jasad),

~Hakekat Allah hidup tiada mati Hakekat Muhammad Haq diri Allah Hakekat Adam tiada diriku Allah yang ada.
~Sifat dua puluh yang ada pada diri kita :
-Wujud = Tubuh kita,
-Qidam = Daging kita,
-Baqa’ =Tulang kita,
-Mukhalafatu lilhawadis = Urat kita,
-Qiyamuhu Binafsihi = Dzat dan Sifat kita,
-Wahdaniah = Hati kita,
-Qudrat = Kaki kita,
-Iradat = Sumsum kita,
-Ilmu = Pengetahuan kita,
-Hayat = Hidup kita,
-Sama’ = Telinga kita,
-Bashar = Mata kita,
-Kalam = Lidah kita,
-Qodirun = Sulbi kita,
-Muridun = Otak kita,
-Alimun = Jantung kita,
-Hayyun = Darah kita yang hidup,
-Sami’un = Empedu kita,
-Bashirun = Limpa kita,
-Mutakallimun = Lidah kita.

~Sifat dua puluh menjadi Diri sebenarnya diri :
1) Wujud » jasad insan SifatKU menjadi tanggungan didalam dunia.
2) Qidam » Ruh Jasmani kulitKU meliputi sekalian alam.
3) Baqa' » Ruh Ruhani dagingKU tanggungan rahsia didalam diri.
4) Mukhallafatuhu Lil Hawadith } Ruh Nabati darahKU meliputi alam diri.
5) Binafsihi » Ruh Insani nafasKU jadi ucapan didalam diri.
6) Wahdaniat » Ruh Rabbani hatiKU jadi ilmu didalam diri.
7) Qudrat » Ruh Qudus urat putihKU yang tidak berdarah berjalan disetiap diri.
8) Iradat » Ruh Kahfi tulangKU asal jadi kekuatan alam sendiri.
9) Ilmu » Ruh Idhafi asal mula jadi nyata didalam cermin Haq diri.
10) Hayat » Ruh Nurani uratKU yg meliputi tubuh aku yang hidup sendiri.
11) Sama' » besi Kursani pendengaranku asal semula jadi sekalian alam diri.
12) Bashar » pancaran Manikam kalam AKU berkata-kata dengan sendiri.
13) Kalam » Ruh mutu Manikam menzahirkan perkataan diri di alam dunia.
14) Qadirun » Wujud Manikam tali RuhKU Kunhi Dzat dengan sifatKU.
15) Muridun » Ilmu Allah badanku asal mula jadi Kalimah didalam diri.
16) Alimun » Derajat Àllah kebesaranKU asal mula jadi duduk didalam otak yang putih.
17) Hayyun » suci kalimah AKU asal mula jadi alam diriku.
18) Samiun » Dzat Sifat Wahdah didalam kalimah iman diriku.
19) Bashirun » Rahsia nyawa dengan badan Wahidah bersama Dzat dan badan tidak bercerai dunia akhirat.
20) Mutakkalimun » Ghaib didalam ka'bah Arasy yang putih didalam kalimah Ma'rifatullah.

Jadi yang dikatakan "Rahasia Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “QALA” yaitu ;
Wujud, Qidam, Baqa', Mukhallafatuhu Lil Hawadith, Qiyamuhu Ta'ala Binafsihi.

Dan yang dikatakan "Nyawa Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Enam Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILAHA“ yaitu ;
Sama', Bashar, Qalam, Sami'un, Bashirun, Mutakallimun.

Dan yang dikatakan "Hati Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Empat Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILLA“ yaitu ;
Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat.

Dan terakhir yang dikatakan "Tubuh Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ALLAH“ yaitu ;
Qadirun, Muridun, Alimun, Raji'un Wahdaniat.

Salam Rahayu🙏

Jalan-Ku adalah jalan para pemberani.

Jalan-Ku adalah jalan para pemberani.
Hanya bisa dilalui oleh para pemberani.
Kalau engkau penakut,,,lebih baik berhenti disini saja.
Usah lanjutkan perjalanan ini...
Karena engkau pasti akan gagal!.

Tapi jika engkau keluar dari jalan ini...
Pasti engkau menjadi budaknya dunia dan hawa nafsu.Terpatri dan terpenjara di dalamnya.

Jalan-Ku jalan kemenangan
Kemenangan adalah keberanian
Berani menerima suratan ilahi dan menggenggamnya.
Lalu membawanya melangkah melintasi matahari.
Berjalan pada jalan-Ku berati engkau beserta-Ku.
Karna saat itu Aku keluar,,,engkau kedalam
Turutilah Jalan-Ku jangan jalan-mu
Asalamualaikum...
Salam rahayu🙏

Qalbun Salim Bil Makrifatillah


Qalbun Salim Bil Makrifatillah
Makrifatullah : Jalan Keselamatan Diri Dunia Akhirat Firman Allah dalam surah (az-Zumar:9)
"Adakah sama orang jahil dengan orang yang berilmu?"

"Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguhmenuju Rabbmu, maka kamu pasti akan menemui-Nya."
(QS. Al Insyiqaq: 6)

"Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun, Kecuali orang-orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera ;
(Asy-Syu'araa [26] : 88 - 89)

Menurut ahli Tasawuf, berilmu yang dimaksudkan di sini ialah Ilmu Makrifatullah.
Inilah ilmu yang paling utama dan penyelamat bagi manusia. Mengenal Allah secara ilmu dzahir adalah sebagai pengenalan awal kepada diriNya sedangkan pengenalan melalui cahaya hati (batin) adalah pengenalan yang hakiki.

Hati yang bersih akan tersingkap baginya pelbagai rahasia ketuhanan.
Semakin ia bersih, semakin memancarlah makrifat pada hatinya.

Hati yang memancar ini adalah hati yang melalui proses ilmu, ibadah dan mujahadah yang istiqamah serta pensucian diri lahir batin.
Mereka yang tersingkap kepadanya rahasia ihsan (sentiasa melihat Allah atau Allah melihatnya).

imannya tidak perlu kepada dalil atau bukti untuk membuktikan wujud Tuhan. Ini karena hatinya sentiasa melihat Allah di dalam pandangan dan pendengarannya di mana saja ia berada.
Firman Allah : "Dimana kamu hadap di situlah wajah Allah SWT." (Al-Baqarah : 115)

Hati yang bersih dari segala hijab keduniaan dan nafsu akan melihat dan merasai ayat-ayat Allah dengan pandangan hakikat. Inilah kasyaf yang hakiki di mana hatinya dapat menangkap rahasia ayat-ayat Allah dengan penglihatan yang Haqq.
Firman Allah: "Sesungguhnya tidaklah menyentuh Al-Quran itu melainkan mereka yang suci…"
Ayat ini ditafsir dengan maksud bahwa ayat-ayat Allah tidak akan berada dalam jiwa yang kotor. Bacaan mereka hanyalah di lidah, bukannya di hati. Ilmu mereka hanyalah di akal tapi tidak di hati.
Tanyalah diri sendiri, bagaimanakah perasaanmu bila membaca ayat :
"Dan Dia (Allah) bersama kamu di mana kamu berada." (al-Hadid : 4)

Kalau hati kamu keras dan tidak merasa apa-apa, ayat di atas hanyalah sekadar suatu maklumat pada akalmu saja. Dan apabila hal keTuhanan berada pada akal, ia akan hilang apabila kamu berfikir pada perkara yang lain pula. Tetapi jika hatimu bersih, ayat ini dapat dirasai dan dilihat dengan pandangan cahaya hati sehingga merasai kebersamaan dengan Allah di mana saja berada.
Mereka yang mengingati Allah dalam penghayatan dan penglihatan akan merasai kelazatan iman dan makrifat yang tidak terhingga. Allah adalah kekasihnya dan ia meninggalkan apa jua yang boleh melalaikan ia dengan Allah. Allah adalah yang dirindui dan ia menjadi perindu, Allah menjadi pujaan dan ia sebagai pemuja.
Siapa yang mengenal Tuhan, ia akan mencintai Tuhan dan leburlah segala keindahan yang lain. Sesiapa yang mengenal Tuhan, tiadalah ia resah gelisah dengan apa jua yang menimpanya. Memancar pada hatinya sifat kecintaan, keyakinan, ketakwaan, kerinduan dan ia mendapat perlindungan dari Allah SWT.
Ini disebabkan hatinya senantiasa bercahaya dengan dzikrullah dan Allah memberi pengakuan dengan firmanNya :
"Dan ingatlah kepada-Ku, nescaya Aku ingat kepadanya…"
(al-Baqarah : 152)

Apabila Allah mengingatinya, niscaya hatinya dipenuhi dengan cahaya kebenaran dan terhapuslah cahaya kebatilan yang datang dari syaitan.
Firman Allah : "Apabila datangnya kebenaran (Haq) akan terhapuslah kebatilan" (Al-Isra : 81)

MENGENAL TUJUH MAQOM LATIFAH

Al-Imam Muhammad Al-Ghazali Dalam Kitab Ihya Ulumudin Juz 3 Telah Membahagikan Nafsu Dalam 7 Tingkatan Yang Dikenal Dengan Istilah "Marotibun-Nafsi"

Tempat-tempat dimana nafsu Ini bersemayam dalam dunia sufi niasa dinamakan sebagai "Lathifah", yaitu sebuah titik halus dalam diri kita yang keberadaannya tersebar pada tubuh kita...
(1) Nafsu Ammarah :
Tempatnya Adalah "Ash-Shodru" Artinya DADA.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Bukhlu Artinya Kikir Atau Bakhil
2. Al-Hirsh Artinya Tamak Atau Rakus
3. Al-Hasad Artinya Hasad
4. Al-Jahl Artinya Bodoh
5. Al-Kibr Artinya Sombong
6. Asy-Syahwat Artinya Keinginan Duniawi


Tempatnya Adalah "Al-Qolbu" Artinya HATI Tepatnya dua jari di bawah dada kiri.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Laum Artinya Mencela
2. Al-Hawa Artinya Bersenang-Senang
3. Al-Makr Artinya Menipu
4. Al-'Ujb Artinya Bangga Diri
5. Al-Ghibah Artinya Mengumpat
6. Ar-Riya' Artinya Pamer Amal (Riyak)
7. Az-Zhulm Artinya Zalim
8. Al-Kidzb Artinya Dusta
9. Al-Ghoflah Artinya Lupa


(3) Nafsu Mulhamah :
Tempatnya Adalah AR-RUH,
Tepatnya Dua Jari Di Bawah Susu Kanan.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. As-Sakhowah Artinya Murah Hati
2. Al-Qona'ah Artinya Merasa Cukup
3. Al-Hilm Artinya Murah Hati
4. At-Tawadhu' Artinya Rendah Hati
5. At-Taubat Artinya Taubat Atau Kembali Kepada Allah
6. As-Shobr Artinya Sabar
7. At-Tahammul Artinya Bertanggung Jawab

(4) Nafsu Muthmainnah :
Tempatnya Adalah AS-SIRR
Artinya Rahasia, Tepatnya Dua Jari Dari Samping Dada Kiri.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Juud Artinya Dermawan
2. At-Tawakkul Artinya Berserah Diri
3. Al-Ibadah Artinya Ibadah
4. Asy-Syukr Artinya Syukur Atau Berterima Kasih
5. Ar-Ridho Artinya Redha
6. Al-Khosyah Artinya Takut Akan Melanggar Larangan

(5) Nafsu Rodhiyah :
Tempatnya Adalah SIRR AS-SIRR
Artinya Sangat Rahasia, Tepatnya Di Jantung Yang Berfungsi Menggerakkan Seluruh Tubuh.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Karom Artinya Pemurah/Mulia hati
2. Az-Zuhd Artinya Zuhud Atau Meninggalkan Keduniawian
3. Al-Ikhlas Artinya Ikhlas Atau Tanpa Pamrih
4. Al-Waro' Artinya Meninggalkan Syubhat
5. Ar-Riyadhoh Artinya Latihan Diri
6. Al-Wafa' Artinya Tepat Janji

(6) Nafsu Mardhiyah :
Tempatnya Adalah AL-KHOFIY
Artinya Samar, Tepatnya Dua Jari Dari Samping Dada Kanan Ke Tengah Dada.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Husnul Khuluq Artinya Baik Akhlak
2. Tarku Maa Siwallah Artinya Meninggalkan Selain Allah
3. Al-Luthfu Bil Kholqi Artinya Lembut Kepada Makhluk
4. Hamluhum 'Ala Sholah Artinya Mengurus Makhluk Pada Kebaikan
5. Shofhu 'An Zunubihim Artinya Memaafkan Kesalahan Makhluk
6. Al-Mail Ilaihim Liikhrojihim Min Dzulumati Thoba'ihim Wa Anfusihim Ila Anwari Arwahihim
Artinya : Mencintai Makhluk Dan Cenderung Perhatian Kepada Mereka Guna Mengeluarkannya Dari Kegelapan (Keburukan) Watak Dan Jiwa-Jiwanya Ke Arah Bercahayanya Ruh-Ruh Mereka.

(7) Nafsu Kamilah :
Tempatnya Adalah AL-AKHFA
Artinya Sangat Samar, Tepatnya Di Tengah-Tengah Dada.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Ilmul-Yaqiin
2. Ainul-Yaqiin
3. Haqqul-Yaqiin

Dan tidak ada jalan yang terbaik untuk membersihkan segenap nafsu ini selain dzikir dan pensucian dzahir batin oleh karena itu, Para ulama tareqat Mengajarkan methode dzikir Terutama Zikir Nafi Itsbat (Laa Ilaaha Illallah) Yang Tekniknya Mengatur Aliran Zikir Ke Seluruh Lathifah-Lathifah.
Makrifat Itu Fardu
1. Makrifat kepada Keesaan AF'AAl Allah.
2. Makrifat kepada Keesaan ASMA' Allah.
3. Makrifat kepada Keesaan SIFAT Allah.
4. Makrifat kepada Keesaan DZAT Allah.

-Adapun Makrifat tertakluk kepada mengenal diri
-Adapun mengenal diri tertaluk kepada memfanakan Wujud dirinya
-Artinya barang siapa mengenal Allah maka binasalah wujud dirinya
-Artinya terlepaslah daripada syirik yang tersembunyi karena tidak ada maujud manusia. -Yang Maujud hanya Allah semata mata

Salam Rahayu 🙏🙏🙏☕ ☕

DIANTARA NAFI DAN ISBAT

DIANTARA NAFI DAN ISBAT
Wahai Diri, ketahuilah bahwa Zikir LAA ILLAAHA ILLALLAH adalah Zikir Isbat, sedangkan yang dikatakan Nafi itu adalah dengan Engkau Menafikan diri Zahirmu ini tidak mempunyai hak atas sesuatu kecuali nyatanya hak Allah semata-mata
LA HAYYUN, LA ILMU, LA SAMIUN, LA BASHIRUN, LA KADIRUN, LA MURIDUN, LA MUTTAKALLIMUN itu untukmu, BILHAKKI ILLALLAH karena semuanya Hak Allah semata-mata bukan hakmu
Berawal LA itu adalah Nafi bagi Diri Zahirmu dengan satu pegangan Tubuh Zahir ini bukan Tubuh Engkau kecuali di Isbatkan dengan ILLA Yaitu menyatakan dengan suatu pegangan penyaksian yang mutlak bahwa yang Wujud pada Diri Zahirmu ini adalah yang Mengisbatkan kepada ILLALLAH Jadi bila dikatakan ILLALLAH berarti Engkau menyatakan dengan satu penyaksian yang mutlak bahwa diri batinmu itu adalah hanya Allah semata-mata
Adapun Zikir ALLAH adalah Zikir Asma' dan sesungguhnya yang dikatakan zikir Asma' itu adalah karena nama ALLAH yang ber-Sifat dan ber-Dzat itu nyata meliputi pada seluruh Alam Zahir dan Alam Kabir Yaitu pada dirimu dan Alam Semesta
Semuanya tiada teruang sedikitpun kecuali samad dengan Dzat, Sifat, Asma, dan Af'al Allah semata-mata,
Seperti firmannya : WALILLAHI MASYRIKU WAL MAGRIBU WA’AINAMA TUALLU FASYAMMA WAJHULLAH
"Sesungguhnya milikku itu dari mashrik dan maghrib, dimana saja engkau menghadap disitulah engkau akan melihat wajahku

Oleh karena itu bila engkau melafazkan ALLAH maka dengan secara otomatis pada hakikatnya engkau menyaksikan bahwa semua yang wujud ini adalah Allah semata-mata, tiada yang lain hanya Allah Yaitu SYUHUDUL WAHDAHU FI KASYRATIN Artinya Saksikanlah pada yang satu itu kepada yang banyak
Adapun zikir ALLAH HU itu adalah Zikir SIFAT, Zikir ini adalah ber-konsepkan SYUHUDUL KASRATIN FI WAHDAH Artinya Saksikanlah pada yang banyak kepada yang satu Yaitu dengan memahami apa jua yang ada, apa jua yang berlaku, dan apa jua yang terjadi adalah daripada SUMBER yang satu yaitu Aku jua yang meliputi pada Dzat, Sifat, Asma, dan Af'al-Mu
Disini bila dilafazkan ALLAH HU maka berarti hilangnya segala yang Zahir dan nyata-lah segala yang Batin Yaitu Allah jua
Adapun zikir A HU adalah Zikir DZAT atau dinamakan juga Zikir Makrifat, Zikir ini ber-konsepkan kepada SYUHUDUL WAHDAHU FI WAHDAH Artinya Saksikanlah pada yang satu didalam yang satu
Dan Sesungguhnya maksud saksikanlah pada yang satu didalam yang satu adalah dengan cara berkonsepkan penyaksian yang satu dari yang satu yaitu semuanya daripada Aku dan kembali kepada Aku, bukan kembali kepada Allah, karena Allah itu adalah nama bagiku,
INNA LILLAHI WAINNA ILLAIHI ROJIU'N Artinya Semuanya dari Allah dan harus kembali kepada Allah

Dzat itu daripada Dzat yang satu,
Sifat itu daripada Sifat yang satu,
Asma itu daripada Asma yang satu,
Af'al itu didalam Af'al yang satu jua,
Jadi.. Zat Sifat, Asma, dan Af'al itu adalah Allah jua meliputi Semesta Alam

Sesungguhya semua yang Wujud dan Zahir adalah dari pada yang satu dan sebenarnya memang satu dan tidak disekutukan dengan yang lain daripada yang satu
Bahwasanya Allah menzahirkan Sifatnya untuk menyatakan Dzatnya dan menzahirkan Af'alnya untuk menguji Sifat dan menzahirkan Asmanya semata-mata untuk menyatakan Sifat Af'al dan Dzatnya, Tidak ada sebab lain Allah menzahirkan segala-galanya melainkan untuk dirinya jua
Setelah engkau menyentuh dan memahami tentang konsep ZIKIR tersebut maka engkau harus juga membicarakan tentang petuah-petuah dan adab-adab berzikir supaya zikir yang dilafazkan itu akan mencapai tujuan untuk membersihkan hatimu dengan Allah
Perlu untuk ditegaskan disini bahwa sesuatu zikir yang dikerjakan tanpa mengikuti adab dan petuah-petuah berzikir niscaya zikir tersebut akan menjadi sia-sia karena tidak mencapai hakikat zikir yang sebenarnya