Tampilkan postingan dengan label TAFAKUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAFAKUR. Tampilkan semua postingan

AL-QUR'AN bukan saja sebagai kitab suci umat islam tapi umat manusia di muka bumi ini

AL-QUR'AN bukan saja sebagai kitab suci umat islam tapi umat manusia di muka bumi ini, berupa buku atau benda mati yang berisi petunjuk untuk menjelaskan tentang Al-qur'an yang hidup yang ada pada diri manusia, berbicara tentang manusia, berbicara tentang alam semesta, berbicara tentang Tuhan, karena ini semua kait-terkait dan saling berhubungan.
Jadi Al-qur'an yang hiduplah yang harus kita tanamkan dalam dada bukan al-qur'an yang berupa buku yang kita persoalkan, dalam Al-qur'an ada Al-qur'an artinya Alqur'an tidak bisa di artikan secara harfiahnya saja, ada Al-qur'an yang tersembunyi yang hanya dapat dipahami oleh mereka yang mendapatkan hidayah.

Kalau saja ilmu Al-qur'an ini tertulis dan bisa dibaca maka semua orang hanya cukup dengan membaca sudah pasti memahami ilmunya, tapi lain teori lain prakteknya karena dalam praktek kita akan mendapatkan teori yang baru, inilah yang dimaksudkan dengan Alqur'an yang hilang tersebut yang harus kita cari, dan tidak terbatas kepada kata-katanya saja.
Al-qur'an telah diartikan sebagai firman tuhan kata-kata tuhan (yang turun melalui Jibril kepada Muhammad) berarti tuhan berbicara. apa yang muncul dipikiran kita ketika mendengar tuhan berbicara?...
ISLAM itu Universal mencakup seluruh kehidupan umat manusia, Islam sudah ada sejak permulaan manusia ada dimuka bumi Karena Islam adalah norma-norma agama yang luhur, tetapi arti islam yang selama ini telah kita berikan sebagai salah satu agama yang muncul pada abad ke 6 masehi dengan perlambangan dan tatacara beridahnya sudah mengkalsifikasikan umat manusia apalagi dengan adanya beberapa dalil yang telah diartikan secara "Extrem" dengan mengkafirkan orang lain diluar ajaran agama Islam.
Apakah adil ketika ada orang yang berahlaq baik lantaran hanya berbeda ajaran menjadi kafir?.. sesungguhnya Islam tidak sesempit yang mereka pikirkan.
Kata ISLAM yaitu, Alif, Syin, Lamalif, Mim artinya Alif melambangkan Anna Allah Hu Ahad = DzatullHaq, Syin = Selamat, Lamalif = Laillaha illallah dan Mim = Muhammadrasullullah
Yang jika dirangkum menjadi = Allah menyelamatkan orang yang menyebut Laillahaillallah Muhammadarrasullullah.
(Laillahaillallah = Diri batin, Muhammadrasullullah=Diri Lahir)

Kalimat ini jika kita jabarkan lagi maka menjadi"Allah menyelamat orang yang menjaga dirinya secara lahir dan batin" maksud akhirnya ditujukan bagi semua umat manusia untuk memelihara diri lahir dan batinnya.
Salam Rahayu...

MAKRIFATUN NAFS

MAKRIFATUN NAFS
Memahami ilmu Ma'rifatullah kita harus memulainya dari ma'rifatun nafs terlebih dahulu barulah naik ketingkat pemahaman ma'rifatullah, terkadang ada diantara kita ingin belajar ma'rifatullah tanpa memulai pemahaman terlebih dahulu tentang hakikat diri (ma'rifatun nafs) akhirnya dia tidak akan menemukan apa-apa kecuali kebingungan dan kerancuan dalam pikiran, mustahil ada seseorang bisa memahami ma'rifatullah sebelum memahami dirinya dalam tingkat Ma'rifatunnafs terlebih dahulu.

Firman Allah : "Ya muhammad kenalilah diri kamu sebelum engkau mengenali Aku dengan sebenar-benar mengenal diri. ya muhammad Aku jadikan baharu alam ini karena engkau dan Aku jadikan engkau karena Aku maka engkau inilah sebenar-benar Rahasia Aku"
Ma'rifatunnafs dan Ma'rifatullah dimulai dengan memahami sifat 20 yang ada pada haq Allah dan yang ada pada diri.
Sifat dua puluh bagi Allah :
-Sifat Nafsiah > Wujud
-Sifat Salbiah > Qidam, Baqa’, Mukhalafatulilhawadis, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniah.

-Sifat Ma’aniy: Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, Kalam.
-Sifat Ma’nawiyah: Qodirun, Muridun, Alimun, Hayun, Sami’un, Bashirun, Mutakalimun.
*Ahdat itu ALLAH
(Dzat yang rahman dan rahim)
*Wahdat itu MUHAMMAD
(ruh idhafi)
*Wahidiat itu ADAM (jasad),

~Hakekat Allah hidup tiada mati Hakekat Muhammad Haq diri Allah Hakekat Adam tiada diriku Allah yang ada.
~Sifat dua puluh yang ada pada diri kita :
-Wujud = Tubuh kita,
-Qidam = Daging kita,
-Baqa’ =Tulang kita,
-Mukhalafatu lilhawadis = Urat kita,
-Qiyamuhu Binafsihi = Dzat dan Sifat kita,
-Wahdaniah = Hati kita,
-Qudrat = Kaki kita,
-Iradat = Sumsum kita,
-Ilmu = Pengetahuan kita,
-Hayat = Hidup kita,
-Sama’ = Telinga kita,
-Bashar = Mata kita,
-Kalam = Lidah kita,
-Qodirun = Sulbi kita,
-Muridun = Otak kita,
-Alimun = Jantung kita,
-Hayyun = Darah kita yang hidup,
-Sami’un = Empedu kita,
-Bashirun = Limpa kita,
-Mutakallimun = Lidah kita.

~Sifat dua puluh menjadi Diri sebenarnya diri :
1) Wujud » jasad insan SifatKU menjadi tanggungan didalam dunia.
2) Qidam » Ruh Jasmani kulitKU meliputi sekalian alam.
3) Baqa' » Ruh Ruhani dagingKU tanggungan rahsia didalam diri.
4) Mukhallafatuhu Lil Hawadith } Ruh Nabati darahKU meliputi alam diri.
5) Binafsihi » Ruh Insani nafasKU jadi ucapan didalam diri.
6) Wahdaniat » Ruh Rabbani hatiKU jadi ilmu didalam diri.
7) Qudrat » Ruh Qudus urat putihKU yang tidak berdarah berjalan disetiap diri.
8) Iradat » Ruh Kahfi tulangKU asal jadi kekuatan alam sendiri.
9) Ilmu » Ruh Idhafi asal mula jadi nyata didalam cermin Haq diri.
10) Hayat » Ruh Nurani uratKU yg meliputi tubuh aku yang hidup sendiri.
11) Sama' » besi Kursani pendengaranku asal semula jadi sekalian alam diri.
12) Bashar » pancaran Manikam kalam AKU berkata-kata dengan sendiri.
13) Kalam » Ruh mutu Manikam menzahirkan perkataan diri di alam dunia.
14) Qadirun » Wujud Manikam tali RuhKU Kunhi Dzat dengan sifatKU.
15) Muridun » Ilmu Allah badanku asal mula jadi Kalimah didalam diri.
16) Alimun » Derajat Àllah kebesaranKU asal mula jadi duduk didalam otak yang putih.
17) Hayyun » suci kalimah AKU asal mula jadi alam diriku.
18) Samiun » Dzat Sifat Wahdah didalam kalimah iman diriku.
19) Bashirun » Rahsia nyawa dengan badan Wahidah bersama Dzat dan badan tidak bercerai dunia akhirat.
20) Mutakkalimun » Ghaib didalam ka'bah Arasy yang putih didalam kalimah Ma'rifatullah.

Jadi yang dikatakan "Rahasia Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “QALA” yaitu ;
Wujud, Qidam, Baqa', Mukhallafatuhu Lil Hawadith, Qiyamuhu Ta'ala Binafsihi.

Dan yang dikatakan "Nyawa Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Enam Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILAHA“ yaitu ;
Sama', Bashar, Qalam, Sami'un, Bashirun, Mutakallimun.

Dan yang dikatakan "Hati Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Empat Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILLA“ yaitu ;
Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat.

Dan terakhir yang dikatakan "Tubuh Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ALLAH“ yaitu ;
Qadirun, Muridun, Alimun, Raji'un Wahdaniat.

Salam Rahayu🙏

HAKIKAT HAJI ATAU HAJAT

HAKIKAT HAJI ATAU HAJAT
Haji bukan mutlak punya agama islam, karena sebelum nabi muhammad, nabi-nabi yang terdahulu juga melakukan haji, disini haji mempunyai arti sebagai napak tilas atau mengenang kembali perjalanan manusia (diri kita) pada masa lalu yaitu :

Napak tilas untuk mengenang pertemuan nabi adam dengan siti hawa, diceritakan siti hawa berjumpa kembali dengan nabi adam di bukit safa dan marwa semenjak mereka diturunkan dari surga, kemudian setelah berjumpa siti hawa meminta kepada nabi adam untuk mengulang saat-saat mereka menikmati kenikmatan berada di surga dulu maka diajaklah ke bukit rahman yang ada di padang arafah dan seterusnya, dan seterusnya...
Napak tilas untuk mengenang pertemuan kita dengan saudara rahasia kita di dalam kandungan ibu (alam shagir), karena dulu kita bersama saudara rahasia kita saling kenal, bermain bersama, tapi semenjak putus tali silaturahim (digunting tali pusar waktu kita bayi) maka saudara rahasia kita menjadi gaib, tapi saat-saat terakhir sebelum kita akan hadir dimuka bumi saudara rahasia kita mengajak kita untuk mengenali tempat-tempat dimana kita bisa berjumpa kembali dengannya, inilah yang mau kita buktikan disana.
Napak tilas isra miraj nabi Muhammad mulai dari madinatul munawarah, makatul mukarramah, aqsatul mukassafa, baitul atik, baitul muqadis, baitul arsila sampai ke arash bertemu dengan Allah hingga balik lagi ke madinatul munawarrah atau kalau dalam dimensi yang lain kita sendiri pernah melakukan miraj makrifatullah di alam kandungan bapak (alam gaib) dan miraj awal di alam kandungan ibu (alam shagir) ini yang mau kita ulangi lagi disana.
Inilah hakekat dari haji, oleh karenanya wajib bagi kita untuk mempelajari ilmu ini sebelum melakukan pembuktian disana dan belajarlah pada guru-guru yang mursyid dan berpengalaman karena mereka bisa melintasi jarak dan waktu untuk sampai kesana (bukan belajar manasik haji)
Sebagaimana kita ketahui haji di wajibkan bagi yang mampu (menguasai ilmunya) ini adalah panggilan (undangan) dan siapa-siapa yang diundang harus bertemu dengan orang yang mengundang.
Disana disebut sebagai tanah haram karena itu hakekat dari NYAWA = BAQA = AKHIRAT, dalam dimensi ini apa saja yang gaib bisa terlihat, akhirat mempunyai arti "PEMBALASAN" untuk pensucian diri, inilah kampung akhirat, disinilah rumah kita (baitullah), Sedangkan diluar tanah itu disebut tanah halal JASAD = FANA = DUNIA.
Rukun haji seperti, tawaf, sa'i, wukuf, ada dalam diri manusia, begitu juga baitullah, hajar aswat, dll sudah tersedia dalam diri tinggal kita menggunakan saja, yang bisa menggunakan hanya orang yang sudah berumah tangga oleh karenanya rumah tangga disebut haji kecil.
Mengapa orang yang belum berumah tangga jika ke haji disebut haji sunah?
Mengapa wanita tidak di haruskan mencium hajar aswat?
Ini menunjukan kesamaan maksud dari rukun haji dengan pelaksanaan dalam berumah tangga, Yang membedakan haji dengan umroh adalah wukuf, karena inti haji ada di wukuf, dalam wukuf ada hal yang maha penting yang akan terjadi, tapi ini hanya bisa di dapat bagi mereka yang sudah maqom atau yang memang mendapatkan hidayah untuk bisa menyaksikannya.

Dari kata arafah (mengenal) mengisaratkan ditempat ini kita akan mengenal, bertemu dengan tuan rumah yang telah mengundang kita untuk hadir
RENUNGAN :
Baitullah selama 24 jam setiap harinya tidak pernah sepi dari orang-orang yang bertawaf, sekali dalam setahun yaitu pada tanggal 9 dzulhijjah diarahkan semua orang untuk menuju ke padang arafah meninggalkan baitullah, pada kesempatan ini dimanfaatkan untuk mengganti kiswah, sementara mereka yang di arafah duduk-duduk mulai dari fajar hingga petang, di atas padang arafah ada jabal rahman (bapak) yang di atas bukit ada tugu besar putih (kelamin laki-laki) mengarah ke jabal rahim baitullah yang sedang di buka bajunya (kiswah) dalam baitullah ada hajar aswat (kelamin perempuan) dan seterusnya

Hal-hal ini kita kaitkan dengan hubungan badan, Nabi mengatakan “haji = wukuf di arafah” selalu tanggal 9 dzulhijjah, semua disuruh duduk (menunggu) tuan rumah mau datang, siapa yang bisa menemukan, "AKU SEMBUNYI DITEMPAT YANG TERANG"
jam 12 tengah Matahari persis diatas kepala, panas tak terkira, semua di perintah untuk masuk ke tenda… Sekejap saja … disini anugrah itu diberikan …. Nikmat … nikmatnya penyaksian.. tak bisa diungkapkan dengan kata-kata...

Jalan-Ku adalah jalan para pemberani.

Jalan-Ku adalah jalan para pemberani.
Hanya bisa dilalui oleh para pemberani.
Kalau engkau penakut,,,lebih baik berhenti disini saja.
Usah lanjutkan perjalanan ini...
Karena engkau pasti akan gagal!.

Tapi jika engkau keluar dari jalan ini...
Pasti engkau menjadi budaknya dunia dan hawa nafsu.Terpatri dan terpenjara di dalamnya.

Jalan-Ku jalan kemenangan
Kemenangan adalah keberanian
Berani menerima suratan ilahi dan menggenggamnya.
Lalu membawanya melangkah melintasi matahari.
Berjalan pada jalan-Ku berati engkau beserta-Ku.
Karna saat itu Aku keluar,,,engkau kedalam
Turutilah Jalan-Ku jangan jalan-mu
Asalamualaikum...
Salam rahayu🙏

MENGENAL TUJUH MAQOM LATIFAH

Al-Imam Muhammad Al-Ghazali Dalam Kitab Ihya Ulumudin Juz 3 Telah Membahagikan Nafsu Dalam 7 Tingkatan Yang Dikenal Dengan Istilah "Marotibun-Nafsi"

Tempat-tempat dimana nafsu Ini bersemayam dalam dunia sufi niasa dinamakan sebagai "Lathifah", yaitu sebuah titik halus dalam diri kita yang keberadaannya tersebar pada tubuh kita...
(1) Nafsu Ammarah :
Tempatnya Adalah "Ash-Shodru" Artinya DADA.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Bukhlu Artinya Kikir Atau Bakhil
2. Al-Hirsh Artinya Tamak Atau Rakus
3. Al-Hasad Artinya Hasad
4. Al-Jahl Artinya Bodoh
5. Al-Kibr Artinya Sombong
6. Asy-Syahwat Artinya Keinginan Duniawi


Tempatnya Adalah "Al-Qolbu" Artinya HATI Tepatnya dua jari di bawah dada kiri.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Laum Artinya Mencela
2. Al-Hawa Artinya Bersenang-Senang
3. Al-Makr Artinya Menipu
4. Al-'Ujb Artinya Bangga Diri
5. Al-Ghibah Artinya Mengumpat
6. Ar-Riya' Artinya Pamer Amal (Riyak)
7. Az-Zhulm Artinya Zalim
8. Al-Kidzb Artinya Dusta
9. Al-Ghoflah Artinya Lupa


(3) Nafsu Mulhamah :
Tempatnya Adalah AR-RUH,
Tepatnya Dua Jari Di Bawah Susu Kanan.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. As-Sakhowah Artinya Murah Hati
2. Al-Qona'ah Artinya Merasa Cukup
3. Al-Hilm Artinya Murah Hati
4. At-Tawadhu' Artinya Rendah Hati
5. At-Taubat Artinya Taubat Atau Kembali Kepada Allah
6. As-Shobr Artinya Sabar
7. At-Tahammul Artinya Bertanggung Jawab

(4) Nafsu Muthmainnah :
Tempatnya Adalah AS-SIRR
Artinya Rahasia, Tepatnya Dua Jari Dari Samping Dada Kiri.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Juud Artinya Dermawan
2. At-Tawakkul Artinya Berserah Diri
3. Al-Ibadah Artinya Ibadah
4. Asy-Syukr Artinya Syukur Atau Berterima Kasih
5. Ar-Ridho Artinya Redha
6. Al-Khosyah Artinya Takut Akan Melanggar Larangan

(5) Nafsu Rodhiyah :
Tempatnya Adalah SIRR AS-SIRR
Artinya Sangat Rahasia, Tepatnya Di Jantung Yang Berfungsi Menggerakkan Seluruh Tubuh.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Karom Artinya Pemurah/Mulia hati
2. Az-Zuhd Artinya Zuhud Atau Meninggalkan Keduniawian
3. Al-Ikhlas Artinya Ikhlas Atau Tanpa Pamrih
4. Al-Waro' Artinya Meninggalkan Syubhat
5. Ar-Riyadhoh Artinya Latihan Diri
6. Al-Wafa' Artinya Tepat Janji

(6) Nafsu Mardhiyah :
Tempatnya Adalah AL-KHOFIY
Artinya Samar, Tepatnya Dua Jari Dari Samping Dada Kanan Ke Tengah Dada.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Husnul Khuluq Artinya Baik Akhlak
2. Tarku Maa Siwallah Artinya Meninggalkan Selain Allah
3. Al-Luthfu Bil Kholqi Artinya Lembut Kepada Makhluk
4. Hamluhum 'Ala Sholah Artinya Mengurus Makhluk Pada Kebaikan
5. Shofhu 'An Zunubihim Artinya Memaafkan Kesalahan Makhluk
6. Al-Mail Ilaihim Liikhrojihim Min Dzulumati Thoba'ihim Wa Anfusihim Ila Anwari Arwahihim
Artinya : Mencintai Makhluk Dan Cenderung Perhatian Kepada Mereka Guna Mengeluarkannya Dari Kegelapan (Keburukan) Watak Dan Jiwa-Jiwanya Ke Arah Bercahayanya Ruh-Ruh Mereka.

(7) Nafsu Kamilah :
Tempatnya Adalah AL-AKHFA
Artinya Sangat Samar, Tepatnya Di Tengah-Tengah Dada.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Ilmul-Yaqiin
2. Ainul-Yaqiin
3. Haqqul-Yaqiin

Dan tidak ada jalan yang terbaik untuk membersihkan segenap nafsu ini selain dzikir dan pensucian dzahir batin oleh karena itu, Para ulama tareqat Mengajarkan methode dzikir Terutama Zikir Nafi Itsbat (Laa Ilaaha Illallah) Yang Tekniknya Mengatur Aliran Zikir Ke Seluruh Lathifah-Lathifah.
Makrifat Itu Fardu
1. Makrifat kepada Keesaan AF'AAl Allah.
2. Makrifat kepada Keesaan ASMA' Allah.
3. Makrifat kepada Keesaan SIFAT Allah.
4. Makrifat kepada Keesaan DZAT Allah.

-Adapun Makrifat tertakluk kepada mengenal diri
-Adapun mengenal diri tertaluk kepada memfanakan Wujud dirinya
-Artinya barang siapa mengenal Allah maka binasalah wujud dirinya
-Artinya terlepaslah daripada syirik yang tersembunyi karena tidak ada maujud manusia. -Yang Maujud hanya Allah semata mata

Salam Rahayu 🙏🙏🙏☕ ☕

ALLAH DAN ALAM INSAN = AHAD

ALLAH DAN ALAM INSAN = AHAD
Setelah Allah menciptakan Adam, lalu segala Alam Dia pindahkan ke Adam agar mudah mengerjakan Pentajallian diriNya.
Berikutnya, yang Dia sebut sebagai anak cucu Adam, dan semuanya bekerja dari dalam diri Adam..
1. Inilah Awal kosong Yaitu Awal Alam Insan yang disebut Alam Ahad atau Alam Dzat atau Alam Ghaibul Ghaib atau Alam La Ta'yun, yang bagiNya belum berawal, belum berakhir, belum berdzahir dan belum berbatin, Dia hidup dengan sendiriNya tanpa ada yang menghidupkan Nya, dan Dia memuji diriNya sendiri : HU.. HU.. HU..
Apa itu Alam kosong, Yaitu suatu bagian khusus di dalam jantung.

2. Lalu Dia di dalam kosong itu bertajalli menjadi titik satu atau Nuktah satu, Dia disebut Alam Wahdah atau Alam La Ta'yun Awal atau Alam Nur Dzat, titik satu itu yaitu tik atau tikkullah atau detak jantung. Di dalam jantung yang Dia memuji diriNya : HU AH
3. Lalu Dia yang bertajalli menjadi titik satu di dalam kosong itu bertajalli lagi menjadi titik dua atau Nuktah dua atau Nafas keluar masuk yang disebut Alam Wahidiyah atau Alam Nur Muhammad dan Dia bernama Allah dan Dia memuji diriNya : HU ALLAH
4. Lalu Dia yang bertajalli menjadi titik dua di dalam kosong itu bertajalli lagi menjadi Alif atau berdirilah diri batin atau diri Rahasia yang disebut Ruh, dan Alamnya disebut Alam Ruh, ruh disebut diri rahasia bagiNya, dari gerak Alif itu maka jadi A,A.. dari A,A jadi i,i.. dari i,i terbentuknya Ruh Kuddus yaitu Ruh Muhammad, dari Ruh Kuddus jadi pula U,U.. dari U,U jadilah Ruhani yaitu Nyawa,
Adapun sebutan Ruhul Quddus itulah HU dan sebutan Ruhani itulah ALLAH.

5. Lalu Dia yang bertajalli menjadi Alif di dalam kosong itu bertajalli lagi menjadi Mada, Madi, Mani, Manikam.. yang disebut Air Ma'al Hayat atau Sperma dan disebut Alam Mitsal atau Alam bapak.
6. Lalu Dia yang bertajalli menjadi Air Ma'al Hayat di dalam kosong bertajalli lagi menjadi segumpal darah dan disebut Alam Ajsam atau Alam ibu.
Disinilah Dia bersekutu membentuk satu badan kasar yang nyata disebut Jasad atau Tubuh, maka kamil-lah Dia, diri batin dan diri dzahir di ikat oleh Nyawa.

7. Lalu Dia yang bertajalli menjadi segumpal darah di dalam kosong itu bertajalli lagi dengan sempurna Ruh, Nyawa dan JasadNya ke Alam Insan atau Alam kedzahiran dengan nyata dan Dia disebut Insan Kamil Mukamil, hidup dan nyata dzahir dan batinNya.
"KEPOMPONG TELAH SEMPURNA MENJADI KUPU-KUPU"
Empat Martabat diatas disebut Martabat ketuhanan, diri dzahir ghaib pada diri batin.
Tiga Martabat kebawah disebut Martabat hamba, dan diri batin ghaib pada diri dzahir.

Semoga bermanfaat...
Asalamualaikum
Salam Rahayu

Takkala kurenungi pribadi-ku

Takkala kurenungi pribadi-ku, lalu "Aku" membuat pemecahan sendiri
"A-ku"- "badan-ku"- "Diri-ku"
Jika diambil dari huruf Al'quran adalah "A-na". Namun terdiri dari tiga huruf yaitu:
1.Alif (Al-haqqu minallah), yakni yang Haq dari Allah (Nugrah Allah)
2.Nun dan Alif (Nurulloh)
Dapat saja diselaraskan antara "A-na" dengan "A-ku"

"A" datang daripada Allah
"Ku" Badan dijadikan dari tanah,Diri mendatang kemudian, yang merupakan "Cholqun-Achor"

Mula pertama aku dijadikan sampai berupa dan bertampan dan berwujud oleh Yang Maha Kuasa, dijadikan dari tanah itulah Badan-ku. Itulah pengertian "Lembaga Adam.
Yang kemudian ditiupkan kedalamnya (dalam batang tubuh) akan "Ruh". Yang meniupkan Tuhan, maka ter-Diri-lah "A-ku".
Yang mendirikan Allah, dan ber-Diri-lah "A-ku" dengan sendirinya.

Dengan adanya "Aku" maka hiduplah badan-diriku, dan jadilah Aku "Manusia hidup" oleh karena ada yang menghidupkan-ku.
"A"-ku datang dari Allah, Badan-ku dijadikan dari tanah. Allah Tuhan-ku meniupkan Ruh-NYA kedalam batang tubuhku, maka ber-Diri-lah "A-ku"

"Ruh-Ku" kata Allah sewaktu meniupkan Ruh-NYA kedalam batang tubuhku, bagiku "Ruhulloh" kunamakan karna "Dia" yang mendatangkan.
Assalamualaikum....