Tampilkan postingan dengan label TAREKAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAREKAT. Tampilkan semua postingan

MAKRIFATUN NAFS

MAKRIFATUN NAFS
Memahami ilmu Ma'rifatullah kita harus memulainya dari ma'rifatun nafs terlebih dahulu barulah naik ketingkat pemahaman ma'rifatullah, terkadang ada diantara kita ingin belajar ma'rifatullah tanpa memulai pemahaman terlebih dahulu tentang hakikat diri (ma'rifatun nafs) akhirnya dia tidak akan menemukan apa-apa kecuali kebingungan dan kerancuan dalam pikiran, mustahil ada seseorang bisa memahami ma'rifatullah sebelum memahami dirinya dalam tingkat Ma'rifatunnafs terlebih dahulu.

Firman Allah : "Ya muhammad kenalilah diri kamu sebelum engkau mengenali Aku dengan sebenar-benar mengenal diri. ya muhammad Aku jadikan baharu alam ini karena engkau dan Aku jadikan engkau karena Aku maka engkau inilah sebenar-benar Rahasia Aku"
Ma'rifatunnafs dan Ma'rifatullah dimulai dengan memahami sifat 20 yang ada pada haq Allah dan yang ada pada diri.
Sifat dua puluh bagi Allah :
-Sifat Nafsiah > Wujud
-Sifat Salbiah > Qidam, Baqa’, Mukhalafatulilhawadis, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniah.

-Sifat Ma’aniy: Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, Kalam.
-Sifat Ma’nawiyah: Qodirun, Muridun, Alimun, Hayun, Sami’un, Bashirun, Mutakalimun.
*Ahdat itu ALLAH
(Dzat yang rahman dan rahim)
*Wahdat itu MUHAMMAD
(ruh idhafi)
*Wahidiat itu ADAM (jasad),

~Hakekat Allah hidup tiada mati Hakekat Muhammad Haq diri Allah Hakekat Adam tiada diriku Allah yang ada.
~Sifat dua puluh yang ada pada diri kita :
-Wujud = Tubuh kita,
-Qidam = Daging kita,
-Baqa’ =Tulang kita,
-Mukhalafatu lilhawadis = Urat kita,
-Qiyamuhu Binafsihi = Dzat dan Sifat kita,
-Wahdaniah = Hati kita,
-Qudrat = Kaki kita,
-Iradat = Sumsum kita,
-Ilmu = Pengetahuan kita,
-Hayat = Hidup kita,
-Sama’ = Telinga kita,
-Bashar = Mata kita,
-Kalam = Lidah kita,
-Qodirun = Sulbi kita,
-Muridun = Otak kita,
-Alimun = Jantung kita,
-Hayyun = Darah kita yang hidup,
-Sami’un = Empedu kita,
-Bashirun = Limpa kita,
-Mutakallimun = Lidah kita.

~Sifat dua puluh menjadi Diri sebenarnya diri :
1) Wujud » jasad insan SifatKU menjadi tanggungan didalam dunia.
2) Qidam » Ruh Jasmani kulitKU meliputi sekalian alam.
3) Baqa' » Ruh Ruhani dagingKU tanggungan rahsia didalam diri.
4) Mukhallafatuhu Lil Hawadith } Ruh Nabati darahKU meliputi alam diri.
5) Binafsihi » Ruh Insani nafasKU jadi ucapan didalam diri.
6) Wahdaniat » Ruh Rabbani hatiKU jadi ilmu didalam diri.
7) Qudrat » Ruh Qudus urat putihKU yang tidak berdarah berjalan disetiap diri.
8) Iradat » Ruh Kahfi tulangKU asal jadi kekuatan alam sendiri.
9) Ilmu » Ruh Idhafi asal mula jadi nyata didalam cermin Haq diri.
10) Hayat » Ruh Nurani uratKU yg meliputi tubuh aku yang hidup sendiri.
11) Sama' » besi Kursani pendengaranku asal semula jadi sekalian alam diri.
12) Bashar » pancaran Manikam kalam AKU berkata-kata dengan sendiri.
13) Kalam » Ruh mutu Manikam menzahirkan perkataan diri di alam dunia.
14) Qadirun » Wujud Manikam tali RuhKU Kunhi Dzat dengan sifatKU.
15) Muridun » Ilmu Allah badanku asal mula jadi Kalimah didalam diri.
16) Alimun » Derajat Àllah kebesaranKU asal mula jadi duduk didalam otak yang putih.
17) Hayyun » suci kalimah AKU asal mula jadi alam diriku.
18) Samiun » Dzat Sifat Wahdah didalam kalimah iman diriku.
19) Bashirun » Rahsia nyawa dengan badan Wahidah bersama Dzat dan badan tidak bercerai dunia akhirat.
20) Mutakkalimun » Ghaib didalam ka'bah Arasy yang putih didalam kalimah Ma'rifatullah.

Jadi yang dikatakan "Rahasia Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “QALA” yaitu ;
Wujud, Qidam, Baqa', Mukhallafatuhu Lil Hawadith, Qiyamuhu Ta'ala Binafsihi.

Dan yang dikatakan "Nyawa Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Enam Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILAHA“ yaitu ;
Sama', Bashar, Qalam, Sami'un, Bashirun, Mutakallimun.

Dan yang dikatakan "Hati Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Empat Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ILLA“ yaitu ;
Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat.

Dan terakhir yang dikatakan "Tubuh Muhammad" itu yang sebenar-benarnya tiada lain daripada kezahiran Lima Sifat ALLAH yang dinamakan kalimah “ALLAH“ yaitu ;
Qadirun, Muridun, Alimun, Raji'un Wahdaniat.

Salam Rahayu🙏

HAKIKAT HAJI ATAU HAJAT

HAKIKAT HAJI ATAU HAJAT
Haji bukan mutlak punya agama islam, karena sebelum nabi muhammad, nabi-nabi yang terdahulu juga melakukan haji, disini haji mempunyai arti sebagai napak tilas atau mengenang kembali perjalanan manusia (diri kita) pada masa lalu yaitu :

Napak tilas untuk mengenang pertemuan nabi adam dengan siti hawa, diceritakan siti hawa berjumpa kembali dengan nabi adam di bukit safa dan marwa semenjak mereka diturunkan dari surga, kemudian setelah berjumpa siti hawa meminta kepada nabi adam untuk mengulang saat-saat mereka menikmati kenikmatan berada di surga dulu maka diajaklah ke bukit rahman yang ada di padang arafah dan seterusnya, dan seterusnya...
Napak tilas untuk mengenang pertemuan kita dengan saudara rahasia kita di dalam kandungan ibu (alam shagir), karena dulu kita bersama saudara rahasia kita saling kenal, bermain bersama, tapi semenjak putus tali silaturahim (digunting tali pusar waktu kita bayi) maka saudara rahasia kita menjadi gaib, tapi saat-saat terakhir sebelum kita akan hadir dimuka bumi saudara rahasia kita mengajak kita untuk mengenali tempat-tempat dimana kita bisa berjumpa kembali dengannya, inilah yang mau kita buktikan disana.
Napak tilas isra miraj nabi Muhammad mulai dari madinatul munawarah, makatul mukarramah, aqsatul mukassafa, baitul atik, baitul muqadis, baitul arsila sampai ke arash bertemu dengan Allah hingga balik lagi ke madinatul munawarrah atau kalau dalam dimensi yang lain kita sendiri pernah melakukan miraj makrifatullah di alam kandungan bapak (alam gaib) dan miraj awal di alam kandungan ibu (alam shagir) ini yang mau kita ulangi lagi disana.
Inilah hakekat dari haji, oleh karenanya wajib bagi kita untuk mempelajari ilmu ini sebelum melakukan pembuktian disana dan belajarlah pada guru-guru yang mursyid dan berpengalaman karena mereka bisa melintasi jarak dan waktu untuk sampai kesana (bukan belajar manasik haji)
Sebagaimana kita ketahui haji di wajibkan bagi yang mampu (menguasai ilmunya) ini adalah panggilan (undangan) dan siapa-siapa yang diundang harus bertemu dengan orang yang mengundang.
Disana disebut sebagai tanah haram karena itu hakekat dari NYAWA = BAQA = AKHIRAT, dalam dimensi ini apa saja yang gaib bisa terlihat, akhirat mempunyai arti "PEMBALASAN" untuk pensucian diri, inilah kampung akhirat, disinilah rumah kita (baitullah), Sedangkan diluar tanah itu disebut tanah halal JASAD = FANA = DUNIA.
Rukun haji seperti, tawaf, sa'i, wukuf, ada dalam diri manusia, begitu juga baitullah, hajar aswat, dll sudah tersedia dalam diri tinggal kita menggunakan saja, yang bisa menggunakan hanya orang yang sudah berumah tangga oleh karenanya rumah tangga disebut haji kecil.
Mengapa orang yang belum berumah tangga jika ke haji disebut haji sunah?
Mengapa wanita tidak di haruskan mencium hajar aswat?
Ini menunjukan kesamaan maksud dari rukun haji dengan pelaksanaan dalam berumah tangga, Yang membedakan haji dengan umroh adalah wukuf, karena inti haji ada di wukuf, dalam wukuf ada hal yang maha penting yang akan terjadi, tapi ini hanya bisa di dapat bagi mereka yang sudah maqom atau yang memang mendapatkan hidayah untuk bisa menyaksikannya.

Dari kata arafah (mengenal) mengisaratkan ditempat ini kita akan mengenal, bertemu dengan tuan rumah yang telah mengundang kita untuk hadir
RENUNGAN :
Baitullah selama 24 jam setiap harinya tidak pernah sepi dari orang-orang yang bertawaf, sekali dalam setahun yaitu pada tanggal 9 dzulhijjah diarahkan semua orang untuk menuju ke padang arafah meninggalkan baitullah, pada kesempatan ini dimanfaatkan untuk mengganti kiswah, sementara mereka yang di arafah duduk-duduk mulai dari fajar hingga petang, di atas padang arafah ada jabal rahman (bapak) yang di atas bukit ada tugu besar putih (kelamin laki-laki) mengarah ke jabal rahim baitullah yang sedang di buka bajunya (kiswah) dalam baitullah ada hajar aswat (kelamin perempuan) dan seterusnya

Hal-hal ini kita kaitkan dengan hubungan badan, Nabi mengatakan “haji = wukuf di arafah” selalu tanggal 9 dzulhijjah, semua disuruh duduk (menunggu) tuan rumah mau datang, siapa yang bisa menemukan, "AKU SEMBUNYI DITEMPAT YANG TERANG"
jam 12 tengah Matahari persis diatas kepala, panas tak terkira, semua di perintah untuk masuk ke tenda… Sekejap saja … disini anugrah itu diberikan …. Nikmat … nikmatnya penyaksian.. tak bisa diungkapkan dengan kata-kata...

Aku telah dapat merasakan berdiri

Aku telah dapat merasakan berdiri pada "Badan"
-Aku telah dapat merasakan berdiri pada "Diri"
-Dan sekarang aku akan berdiri pada "A"-ku.

Dengan berdiri pada "A" dari-ku, maka dapat kuketahui dan dapat pula kukatakan bahwa "Jalannya memusat" suatu perjalanan menuju ke "Pusat dari segala pusat" yaitu kepada Tuhan yang disebut Allah.

Pada badan,,,ada dua jalan
Yaitu satu di kiri satu dikanan
Pada diri ada pula dua jalan
Yaitu satu buruk satu lagi baik
Pada-Nya (A-ku) hanya ada satu jalan.
Yaitu pada jalan Allah.
Dan pada hematku jalan yang sebaik-baiknya yang akan kupakai ialah jalan tengah,yaitu "Jalan diri yang berisi"
"Isi yang datang dari "A-ku"
"A"-ku yang datang dari Allah"

Ya Muya Allah....
Clening Cahaya Allah...
Cipta...........................

Jalan-Ku adalah jalan para pemberani.

Jalan-Ku adalah jalan para pemberani.
Hanya bisa dilalui oleh para pemberani.
Kalau engkau penakut,,,lebih baik berhenti disini saja.
Usah lanjutkan perjalanan ini...
Karena engkau pasti akan gagal!.

Tapi jika engkau keluar dari jalan ini...
Pasti engkau menjadi budaknya dunia dan hawa nafsu.Terpatri dan terpenjara di dalamnya.

Jalan-Ku jalan kemenangan
Kemenangan adalah keberanian
Berani menerima suratan ilahi dan menggenggamnya.
Lalu membawanya melangkah melintasi matahari.
Berjalan pada jalan-Ku berati engkau beserta-Ku.
Karna saat itu Aku keluar,,,engkau kedalam
Turutilah Jalan-Ku jangan jalan-mu
Asalamualaikum...
Salam rahayu🙏

Qalbun Salim Bil Makrifatillah


Qalbun Salim Bil Makrifatillah
Makrifatullah : Jalan Keselamatan Diri Dunia Akhirat Firman Allah dalam surah (az-Zumar:9)
"Adakah sama orang jahil dengan orang yang berilmu?"

"Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguhmenuju Rabbmu, maka kamu pasti akan menemui-Nya."
(QS. Al Insyiqaq: 6)

"Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun, Kecuali orang-orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera ;
(Asy-Syu'araa [26] : 88 - 89)

Menurut ahli Tasawuf, berilmu yang dimaksudkan di sini ialah Ilmu Makrifatullah.
Inilah ilmu yang paling utama dan penyelamat bagi manusia. Mengenal Allah secara ilmu dzahir adalah sebagai pengenalan awal kepada diriNya sedangkan pengenalan melalui cahaya hati (batin) adalah pengenalan yang hakiki.

Hati yang bersih akan tersingkap baginya pelbagai rahasia ketuhanan.
Semakin ia bersih, semakin memancarlah makrifat pada hatinya.

Hati yang memancar ini adalah hati yang melalui proses ilmu, ibadah dan mujahadah yang istiqamah serta pensucian diri lahir batin.
Mereka yang tersingkap kepadanya rahasia ihsan (sentiasa melihat Allah atau Allah melihatnya).

imannya tidak perlu kepada dalil atau bukti untuk membuktikan wujud Tuhan. Ini karena hatinya sentiasa melihat Allah di dalam pandangan dan pendengarannya di mana saja ia berada.
Firman Allah : "Dimana kamu hadap di situlah wajah Allah SWT." (Al-Baqarah : 115)

Hati yang bersih dari segala hijab keduniaan dan nafsu akan melihat dan merasai ayat-ayat Allah dengan pandangan hakikat. Inilah kasyaf yang hakiki di mana hatinya dapat menangkap rahasia ayat-ayat Allah dengan penglihatan yang Haqq.
Firman Allah: "Sesungguhnya tidaklah menyentuh Al-Quran itu melainkan mereka yang suci…"
Ayat ini ditafsir dengan maksud bahwa ayat-ayat Allah tidak akan berada dalam jiwa yang kotor. Bacaan mereka hanyalah di lidah, bukannya di hati. Ilmu mereka hanyalah di akal tapi tidak di hati.
Tanyalah diri sendiri, bagaimanakah perasaanmu bila membaca ayat :
"Dan Dia (Allah) bersama kamu di mana kamu berada." (al-Hadid : 4)

Kalau hati kamu keras dan tidak merasa apa-apa, ayat di atas hanyalah sekadar suatu maklumat pada akalmu saja. Dan apabila hal keTuhanan berada pada akal, ia akan hilang apabila kamu berfikir pada perkara yang lain pula. Tetapi jika hatimu bersih, ayat ini dapat dirasai dan dilihat dengan pandangan cahaya hati sehingga merasai kebersamaan dengan Allah di mana saja berada.
Mereka yang mengingati Allah dalam penghayatan dan penglihatan akan merasai kelazatan iman dan makrifat yang tidak terhingga. Allah adalah kekasihnya dan ia meninggalkan apa jua yang boleh melalaikan ia dengan Allah. Allah adalah yang dirindui dan ia menjadi perindu, Allah menjadi pujaan dan ia sebagai pemuja.
Siapa yang mengenal Tuhan, ia akan mencintai Tuhan dan leburlah segala keindahan yang lain. Sesiapa yang mengenal Tuhan, tiadalah ia resah gelisah dengan apa jua yang menimpanya. Memancar pada hatinya sifat kecintaan, keyakinan, ketakwaan, kerinduan dan ia mendapat perlindungan dari Allah SWT.
Ini disebabkan hatinya senantiasa bercahaya dengan dzikrullah dan Allah memberi pengakuan dengan firmanNya :
"Dan ingatlah kepada-Ku, nescaya Aku ingat kepadanya…"
(al-Baqarah : 152)

Apabila Allah mengingatinya, niscaya hatinya dipenuhi dengan cahaya kebenaran dan terhapuslah cahaya kebatilan yang datang dari syaitan.
Firman Allah : "Apabila datangnya kebenaran (Haq) akan terhapuslah kebatilan" (Al-Isra : 81)

MENGENAL TUJUH MAQOM LATIFAH

Al-Imam Muhammad Al-Ghazali Dalam Kitab Ihya Ulumudin Juz 3 Telah Membahagikan Nafsu Dalam 7 Tingkatan Yang Dikenal Dengan Istilah "Marotibun-Nafsi"

Tempat-tempat dimana nafsu Ini bersemayam dalam dunia sufi niasa dinamakan sebagai "Lathifah", yaitu sebuah titik halus dalam diri kita yang keberadaannya tersebar pada tubuh kita...
(1) Nafsu Ammarah :
Tempatnya Adalah "Ash-Shodru" Artinya DADA.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Bukhlu Artinya Kikir Atau Bakhil
2. Al-Hirsh Artinya Tamak Atau Rakus
3. Al-Hasad Artinya Hasad
4. Al-Jahl Artinya Bodoh
5. Al-Kibr Artinya Sombong
6. Asy-Syahwat Artinya Keinginan Duniawi


Tempatnya Adalah "Al-Qolbu" Artinya HATI Tepatnya dua jari di bawah dada kiri.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Laum Artinya Mencela
2. Al-Hawa Artinya Bersenang-Senang
3. Al-Makr Artinya Menipu
4. Al-'Ujb Artinya Bangga Diri
5. Al-Ghibah Artinya Mengumpat
6. Ar-Riya' Artinya Pamer Amal (Riyak)
7. Az-Zhulm Artinya Zalim
8. Al-Kidzb Artinya Dusta
9. Al-Ghoflah Artinya Lupa


(3) Nafsu Mulhamah :
Tempatnya Adalah AR-RUH,
Tepatnya Dua Jari Di Bawah Susu Kanan.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. As-Sakhowah Artinya Murah Hati
2. Al-Qona'ah Artinya Merasa Cukup
3. Al-Hilm Artinya Murah Hati
4. At-Tawadhu' Artinya Rendah Hati
5. At-Taubat Artinya Taubat Atau Kembali Kepada Allah
6. As-Shobr Artinya Sabar
7. At-Tahammul Artinya Bertanggung Jawab

(4) Nafsu Muthmainnah :
Tempatnya Adalah AS-SIRR
Artinya Rahasia, Tepatnya Dua Jari Dari Samping Dada Kiri.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Juud Artinya Dermawan
2. At-Tawakkul Artinya Berserah Diri
3. Al-Ibadah Artinya Ibadah
4. Asy-Syukr Artinya Syukur Atau Berterima Kasih
5. Ar-Ridho Artinya Redha
6. Al-Khosyah Artinya Takut Akan Melanggar Larangan

(5) Nafsu Rodhiyah :
Tempatnya Adalah SIRR AS-SIRR
Artinya Sangat Rahasia, Tepatnya Di Jantung Yang Berfungsi Menggerakkan Seluruh Tubuh.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Al-Karom Artinya Pemurah/Mulia hati
2. Az-Zuhd Artinya Zuhud Atau Meninggalkan Keduniawian
3. Al-Ikhlas Artinya Ikhlas Atau Tanpa Pamrih
4. Al-Waro' Artinya Meninggalkan Syubhat
5. Ar-Riyadhoh Artinya Latihan Diri
6. Al-Wafa' Artinya Tepat Janji

(6) Nafsu Mardhiyah :
Tempatnya Adalah AL-KHOFIY
Artinya Samar, Tepatnya Dua Jari Dari Samping Dada Kanan Ke Tengah Dada.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Husnul Khuluq Artinya Baik Akhlak
2. Tarku Maa Siwallah Artinya Meninggalkan Selain Allah
3. Al-Luthfu Bil Kholqi Artinya Lembut Kepada Makhluk
4. Hamluhum 'Ala Sholah Artinya Mengurus Makhluk Pada Kebaikan
5. Shofhu 'An Zunubihim Artinya Memaafkan Kesalahan Makhluk
6. Al-Mail Ilaihim Liikhrojihim Min Dzulumati Thoba'ihim Wa Anfusihim Ila Anwari Arwahihim
Artinya : Mencintai Makhluk Dan Cenderung Perhatian Kepada Mereka Guna Mengeluarkannya Dari Kegelapan (Keburukan) Watak Dan Jiwa-Jiwanya Ke Arah Bercahayanya Ruh-Ruh Mereka.

(7) Nafsu Kamilah :
Tempatnya Adalah AL-AKHFA
Artinya Sangat Samar, Tepatnya Di Tengah-Tengah Dada.
Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut :
1. Ilmul-Yaqiin
2. Ainul-Yaqiin
3. Haqqul-Yaqiin

Dan tidak ada jalan yang terbaik untuk membersihkan segenap nafsu ini selain dzikir dan pensucian dzahir batin oleh karena itu, Para ulama tareqat Mengajarkan methode dzikir Terutama Zikir Nafi Itsbat (Laa Ilaaha Illallah) Yang Tekniknya Mengatur Aliran Zikir Ke Seluruh Lathifah-Lathifah.
Makrifat Itu Fardu
1. Makrifat kepada Keesaan AF'AAl Allah.
2. Makrifat kepada Keesaan ASMA' Allah.
3. Makrifat kepada Keesaan SIFAT Allah.
4. Makrifat kepada Keesaan DZAT Allah.

-Adapun Makrifat tertakluk kepada mengenal diri
-Adapun mengenal diri tertaluk kepada memfanakan Wujud dirinya
-Artinya barang siapa mengenal Allah maka binasalah wujud dirinya
-Artinya terlepaslah daripada syirik yang tersembunyi karena tidak ada maujud manusia. -Yang Maujud hanya Allah semata mata

Salam Rahayu 🙏🙏🙏☕ ☕

ALLAH DAN ALAM INSAN = AHAD

ALLAH DAN ALAM INSAN = AHAD
Setelah Allah menciptakan Adam, lalu segala Alam Dia pindahkan ke Adam agar mudah mengerjakan Pentajallian diriNya.
Berikutnya, yang Dia sebut sebagai anak cucu Adam, dan semuanya bekerja dari dalam diri Adam..
1. Inilah Awal kosong Yaitu Awal Alam Insan yang disebut Alam Ahad atau Alam Dzat atau Alam Ghaibul Ghaib atau Alam La Ta'yun, yang bagiNya belum berawal, belum berakhir, belum berdzahir dan belum berbatin, Dia hidup dengan sendiriNya tanpa ada yang menghidupkan Nya, dan Dia memuji diriNya sendiri : HU.. HU.. HU..
Apa itu Alam kosong, Yaitu suatu bagian khusus di dalam jantung.

2. Lalu Dia di dalam kosong itu bertajalli menjadi titik satu atau Nuktah satu, Dia disebut Alam Wahdah atau Alam La Ta'yun Awal atau Alam Nur Dzat, titik satu itu yaitu tik atau tikkullah atau detak jantung. Di dalam jantung yang Dia memuji diriNya : HU AH
3. Lalu Dia yang bertajalli menjadi titik satu di dalam kosong itu bertajalli lagi menjadi titik dua atau Nuktah dua atau Nafas keluar masuk yang disebut Alam Wahidiyah atau Alam Nur Muhammad dan Dia bernama Allah dan Dia memuji diriNya : HU ALLAH
4. Lalu Dia yang bertajalli menjadi titik dua di dalam kosong itu bertajalli lagi menjadi Alif atau berdirilah diri batin atau diri Rahasia yang disebut Ruh, dan Alamnya disebut Alam Ruh, ruh disebut diri rahasia bagiNya, dari gerak Alif itu maka jadi A,A.. dari A,A jadi i,i.. dari i,i terbentuknya Ruh Kuddus yaitu Ruh Muhammad, dari Ruh Kuddus jadi pula U,U.. dari U,U jadilah Ruhani yaitu Nyawa,
Adapun sebutan Ruhul Quddus itulah HU dan sebutan Ruhani itulah ALLAH.

5. Lalu Dia yang bertajalli menjadi Alif di dalam kosong itu bertajalli lagi menjadi Mada, Madi, Mani, Manikam.. yang disebut Air Ma'al Hayat atau Sperma dan disebut Alam Mitsal atau Alam bapak.
6. Lalu Dia yang bertajalli menjadi Air Ma'al Hayat di dalam kosong bertajalli lagi menjadi segumpal darah dan disebut Alam Ajsam atau Alam ibu.
Disinilah Dia bersekutu membentuk satu badan kasar yang nyata disebut Jasad atau Tubuh, maka kamil-lah Dia, diri batin dan diri dzahir di ikat oleh Nyawa.

7. Lalu Dia yang bertajalli menjadi segumpal darah di dalam kosong itu bertajalli lagi dengan sempurna Ruh, Nyawa dan JasadNya ke Alam Insan atau Alam kedzahiran dengan nyata dan Dia disebut Insan Kamil Mukamil, hidup dan nyata dzahir dan batinNya.
"KEPOMPONG TELAH SEMPURNA MENJADI KUPU-KUPU"
Empat Martabat diatas disebut Martabat ketuhanan, diri dzahir ghaib pada diri batin.
Tiga Martabat kebawah disebut Martabat hamba, dan diri batin ghaib pada diri dzahir.

Semoga bermanfaat...
Asalamualaikum
Salam Rahayu

DIANTARA NAFI DAN ISBAT

DIANTARA NAFI DAN ISBAT
Wahai Diri, ketahuilah bahwa Zikir LAA ILLAAHA ILLALLAH adalah Zikir Isbat, sedangkan yang dikatakan Nafi itu adalah dengan Engkau Menafikan diri Zahirmu ini tidak mempunyai hak atas sesuatu kecuali nyatanya hak Allah semata-mata
LA HAYYUN, LA ILMU, LA SAMIUN, LA BASHIRUN, LA KADIRUN, LA MURIDUN, LA MUTTAKALLIMUN itu untukmu, BILHAKKI ILLALLAH karena semuanya Hak Allah semata-mata bukan hakmu
Berawal LA itu adalah Nafi bagi Diri Zahirmu dengan satu pegangan Tubuh Zahir ini bukan Tubuh Engkau kecuali di Isbatkan dengan ILLA Yaitu menyatakan dengan suatu pegangan penyaksian yang mutlak bahwa yang Wujud pada Diri Zahirmu ini adalah yang Mengisbatkan kepada ILLALLAH Jadi bila dikatakan ILLALLAH berarti Engkau menyatakan dengan satu penyaksian yang mutlak bahwa diri batinmu itu adalah hanya Allah semata-mata
Adapun Zikir ALLAH adalah Zikir Asma' dan sesungguhnya yang dikatakan zikir Asma' itu adalah karena nama ALLAH yang ber-Sifat dan ber-Dzat itu nyata meliputi pada seluruh Alam Zahir dan Alam Kabir Yaitu pada dirimu dan Alam Semesta
Semuanya tiada teruang sedikitpun kecuali samad dengan Dzat, Sifat, Asma, dan Af'al Allah semata-mata,
Seperti firmannya : WALILLAHI MASYRIKU WAL MAGRIBU WA’AINAMA TUALLU FASYAMMA WAJHULLAH
"Sesungguhnya milikku itu dari mashrik dan maghrib, dimana saja engkau menghadap disitulah engkau akan melihat wajahku

Oleh karena itu bila engkau melafazkan ALLAH maka dengan secara otomatis pada hakikatnya engkau menyaksikan bahwa semua yang wujud ini adalah Allah semata-mata, tiada yang lain hanya Allah Yaitu SYUHUDUL WAHDAHU FI KASYRATIN Artinya Saksikanlah pada yang satu itu kepada yang banyak
Adapun zikir ALLAH HU itu adalah Zikir SIFAT, Zikir ini adalah ber-konsepkan SYUHUDUL KASRATIN FI WAHDAH Artinya Saksikanlah pada yang banyak kepada yang satu Yaitu dengan memahami apa jua yang ada, apa jua yang berlaku, dan apa jua yang terjadi adalah daripada SUMBER yang satu yaitu Aku jua yang meliputi pada Dzat, Sifat, Asma, dan Af'al-Mu
Disini bila dilafazkan ALLAH HU maka berarti hilangnya segala yang Zahir dan nyata-lah segala yang Batin Yaitu Allah jua
Adapun zikir A HU adalah Zikir DZAT atau dinamakan juga Zikir Makrifat, Zikir ini ber-konsepkan kepada SYUHUDUL WAHDAHU FI WAHDAH Artinya Saksikanlah pada yang satu didalam yang satu
Dan Sesungguhnya maksud saksikanlah pada yang satu didalam yang satu adalah dengan cara berkonsepkan penyaksian yang satu dari yang satu yaitu semuanya daripada Aku dan kembali kepada Aku, bukan kembali kepada Allah, karena Allah itu adalah nama bagiku,
INNA LILLAHI WAINNA ILLAIHI ROJIU'N Artinya Semuanya dari Allah dan harus kembali kepada Allah

Dzat itu daripada Dzat yang satu,
Sifat itu daripada Sifat yang satu,
Asma itu daripada Asma yang satu,
Af'al itu didalam Af'al yang satu jua,
Jadi.. Zat Sifat, Asma, dan Af'al itu adalah Allah jua meliputi Semesta Alam

Sesungguhya semua yang Wujud dan Zahir adalah dari pada yang satu dan sebenarnya memang satu dan tidak disekutukan dengan yang lain daripada yang satu
Bahwasanya Allah menzahirkan Sifatnya untuk menyatakan Dzatnya dan menzahirkan Af'alnya untuk menguji Sifat dan menzahirkan Asmanya semata-mata untuk menyatakan Sifat Af'al dan Dzatnya, Tidak ada sebab lain Allah menzahirkan segala-galanya melainkan untuk dirinya jua
Setelah engkau menyentuh dan memahami tentang konsep ZIKIR tersebut maka engkau harus juga membicarakan tentang petuah-petuah dan adab-adab berzikir supaya zikir yang dilafazkan itu akan mencapai tujuan untuk membersihkan hatimu dengan Allah
Perlu untuk ditegaskan disini bahwa sesuatu zikir yang dikerjakan tanpa mengikuti adab dan petuah-petuah berzikir niscaya zikir tersebut akan menjadi sia-sia karena tidak mencapai hakikat zikir yang sebenarnya

HAKIKAT DZIKIR NAFAS HUU ALLAH

HAKIKAT DZIKIR NAFAS HUU ALLAH
1. Bila diluar = Ilmu Gaibul Guyub.
2. Bila didalam = Ilmu Sirrul Asrar.

-Dari Nafas itulah munculnya ibadah Muhammad.
-Dari Jasad itulah munculnya ibadah Adam.
Sebagaimana yang ada di dalam Rukun Islam bahwa ibadah Muhammad itu adalah Sholahud Da'im= Sholat yang terus-menerus tanpa henti.
Wahdah Fil Kasrah= Pandang satu kepada yang banyak.


Nafas itu yang keluar masuk dari mulut.
Nufus itu yang keluar masuk dari hidung.
Tanafas itu yang keluar masuk dari telinga.
Amfas itu yang keluar masuk dari mata
Maka Nafas itulah yang menuju kepada "ARASHTUL MAJID" karena itu hendaklah kita ketahui Ilmu Nafas, yaitu Ilmu Gaibul Guyub, karena termasuk dari ibadah Muhammad.
Ilmu Nafas harus disertai dengan ibadah praktek, akan sulit jadinya bila hanya dengan teori.

Pahami dulu hal ini :
- Nafas yang keluar dari lubang hidung kiri itu dinamakan Jibrill, maka ucapannya "ALLAH".
-Nafas yang masuk melalui lubang hidung kanan itu dinamakan Izrail, maka ucapannya "HU".
Zikirullah yang dua diatas dinamakan NUR. Maka jadilah dua Nur ="ALLAH" "HU" , dua Nur ini bertemu di atas bibir, tidak masuk ke dalam tubuh, amalan ini sampailah ke derajatnya yang dinamakan "NURUL HADI" maka ke arah itulah yang dicapai.

Setelah itu Nafas naik di dalam badan dan dinamakan AHMAD.
Nafas yang turun dari ubun-ubun sampai kepada Jantung Nurani itu dinamakan Izraill, ucapanya= "ALLAH".
Nafas yang dari jantung naik sampai ke ubun-ubun itu dinamakan Jibrill, maka ucapannya= " HU". Maka amalan inilah yang dinamakan :
"Syuhudul Wahdah Fil Kasrah, Syuhudul Kasrah Fil Wahdah" = Amalan Sholeh = Pintu Makrifat.

Kedua perkara diatas itu hendaklah diamalkan walau tanpa wudhu dan jangan dikencangkan suaranya hanya kita yang dengar semata-mata "Khafi" (lafadz di dalam hati). Sesungguhnya yang dinamakan HATI (Qalbu) itu adalah Nur yang memancar dari bagian bawah jantung (bagian Muhammad) ke arah bagian atas jantung (bagian Allah).
-Adapun zikir NAFAS itu adalah ketika keluar ALLAH dinamakan ABU BAKAR, zikirnya ketika masuk adalah "HU"
dinamakan UMAR, letaknya NAFAS adalah di mulut.

-Adapun zikir ANFAS itu adalah ketika keluar adalah ALLAH dan ketika masuk adalah "HU", letaknya ANFAS pada hidung, dinamakan MIKAILdan JIBRIL.
-Adapun zikir TANAFAS itu adalah tetap diam dengan "ALLAH HU" letaknya di tengah-tengah antara dua telinga, dinamakan HAKEKAT ISRAFIL.
-Adapun zikir NUFUSadalah ketika naik "HU" dan ketika turun adalah "ALLAH" letaknya di dalam jantung, Diri Nufus ini dikenal dengan USMAN dan perkerjaanya dikenal sebagai ALI Sabda Nabi Saw : "Barangsiapa keluar masuk nafas dengan tiada zikir, maka sia-sialah ia"
Semoga bermanfaat...
Asalamualaikum

CAHAYA DIATAS CAHAYA

CAHAYA DIATAS CAHAYA
HATI mu adalah sebuah CERMIN yang mengkilap... Engkau harus menggosoknya bersih dari debu yang berkumpul menutupi diatasnya, agar dapat memantulkan
CAHAYA dari RAHASIA ILAAHI.

-Ketika Cahaya (NUR) ALLAH mulai bersinar didalam HATI mu, maka PELITA HATI akan menjadi bercahaya...
-Kemudian didalam HATI itu, sorotan cahaya PENEMUAN ILAAHI akan muncul...
-Kemudian PELITA KEBIJAKAN akan bercahaya oleh dirinya sendiri...
-Jika cahaya dari rahasia-rahasia ILAAHI telah BERSINAR, maka langit malam (kegelapan) rahasia-rahasia itu akan menyala terang dengan ribuan bintang-bintang...

Jika pelita dari rahasia-rahasia ILAAHI dinyalakan didalam BATHIN mu maka (pelita rahasia) yang lain akan segera datang secara sekaligus maupun sedikit demi sedikit
Langit gelap (kebodohan) akan bercahaya oleh kehadiran ILAAHI dan KEDAMAIAN serta KEINDAHAN bulan purnama akan muncul dari cakrawala memancarkan "CAHAYA DIATAS CAHAYA"

Kemudian engkau akan melihat dari cakrawala AKAL ILAAHI, matahari pengetahuan sedang terbit, ini adalah matahari pribadimu, karna engkau adalah orang terpilih yang ALLAH bimbing diatas jalan yang benar, bukan orang yang DIA biarkan dalam kebodohan dan ketakutan..
Akhirnya buhul(simpul) akan disatukan sesuai dengan perumpamaan-perumpamaan yang ALLAH peruntukan bagi manusia, ALLAH MAHA MENGETAHUI SEGALA SESUATU, dan selubung (hijab) akan tersingkap dan kulit tidak lagi menutupi wajah..
Semua ini akan dimulai apabila CERMIN HATI mu telah bersih, CAHAYA RAHASIA-RAHASIA ILAAHI akan jatuh diatas CERMIN HATI mu kapan saja engkau mau dan meminta kepada-NYA dari-NYA dan bersama-NYA...
Maka mulailah bersihkan HATI mu, gosoklah dengan sungguh-sungguh agar semua kotoran yg melekat yang menutupi CERMIN HATI mu dapat terangkat, hingga CERMIN HATI mu kembali mengkilap, maka akan kau saksikan tanpa penghalang, betapa MAHA AGUNG-NYA KEINDAHAN WAJAH-NYA...
Bersihkanlah dengan PERTOUBATAN mu, gosoklah agar mengkilap dengan AMALIYAH NAWAFIIL mu yang TERBIMBING secara ISTIQOMAH. tanpa kesungguhan upaya keras maka kotoran-kotoran yang melekat akibat DUNIAWIYAH mu dan KEMANUSIAAN mu, akan sulit kau bersihkan...
YA ALLAH YA TUHANKU..
YANG MAHA KUASA MAHA KEHENDAK
KAMI MOHON AMPUNILAH DOSA SIFAT PERILAKU PERILAKU KUASA KEHENDAK, KALAM SUARA PENGUCAP, AKAL FIKIRAN HIDUP KAMI ATAS KEHENDAK ENGKAU SELAMANYA.......AAMIIN YA ALLAHU YA ROBBAL ALAMIIN...

Asalamualaikum...

NAMA ALLAH PADA TUBUH

NAMA ALLAH PADA TUBUH
KENYATAANNYA ADA PADA KALIMAH JARI

- PERTAMA kelingking huruf ALIF
- KEDUA jari manis yaitu huruf LAM AWAL
- KETIGA jari tengah yaitu huruf LAM AKHIR
- KEEMPAT Telunjuk dan ibu jari yaitu huruf HA
Itulah EMPAT huruf ALLAH pada tubuh Diperlukan saat kita memakai Istinja batin
"PANDANG TANGAN KITA YANG KIRI HURUF ALLAH UNTUK MENSUCIKAN"

NAMA ALLAH DALAM DIRI:
- ALIF = Angin yaitu nafas, yang Gaib dan Qadim (Alifullah) yang LAISA
- LAM AWAL = Air yaitu air liur, sewaktu naik nafas terasa bagi kita liur.
- LAM AKHIR = Api yaitu darah, saat kita mesrakan lebur darah menjadi Nur.
- HA = Bumi yaitu hawa dan rasa, tajjalinya Nur Muhammad SAW.

Nama nabi kita Muhammad SAW yang di dalam diri atau yang meliputi seluruh tubuh kita adalah sewaktu kita mesrakan.
Adapun Nafas bernama yang Hidup (Hayyun = Dzat hayat)
Bagi kita nafas itu adalah yang keluar masuk namanya Angin yang hanya dapat di rasa saja.

- Mim awal = air liur
- Ha = darah
- Mim akhir = rasa disitulah Alam Sagir dan Kabir inilah maksudnya kepala memandang kebawah melihat ulu hati (menilik).
- Dal = huruf bumi berdzahir diri kita jua
Itulah Hakekat yang HAQ bertubuh Nur dzahir dan batin.
Karena isyarat nyatanya adalah :
- Huruf Mim awal = Kepala, dzahir sifat ma'ani bagi kita sifat yang tujuh.
- Huruf Ha = Tubuh dan kedua tangan kita, itulah isyarat dzahir berdiri sembahyang.
- Huruf Mim akhir = pinggang kita. Huruf Dal = kaki kta.

Assalamualaik

RAHMAN DAN RAHIM-NYA

RAHMAN DAN RAHIM-NYA
"BA" itu adalah huruf yang membentuk mangkok, di mana titik pertama permulaan di namakan "AR-RAHMAN", dan di sinilah yang di namakan "KUN"
Kun artinya jadilah, dan adapun titik terakhir di namakan "AR-RAHIM", dan inilah yang di namakan "FAYAKUN), yang artinya maka terjadilah.

Kembali bilamana titik pertama yang mengawali-nya mempunyai sifat rahman dan titik akhir-nya adalah sifat RAHIM-NYA maka di katakan itu kebenaran bahkan melampaui kebenaran itu, Lalu kenapa yang buruk itu sering kita kaitkan dengan Allah padahal RAHMAN dan RAHIM itu bukanlah sesuatu yang buruk
Perlu di sadari dari huruf ALIF GHAIB menyatakan diri pada huruf ALIF NYATA (jasad), itu merupakan cerita Allah, bagaimana Allah menciptakan manusia menjadi khalifah di bumi dengan bermodalkan hati sebagai tempat menampung ilmu Allah
Ke kanan ia bersifat RAHMAN
Ke kiri ia bersifat RAHIM
Ke atas ia BERHABLU MINALLAH
Ke bawah ia BERHABLU MINANNAS

Adapun sifat ALIF NYATA (jasad), pada dasarnya bersifat RAHMAN dan RAHIM dan sifat itu sejak AZALI adanya, Mungkin engkau akan berkata :
"Keburukkan itu datang atas kuasa Allah, dan manusia tiada upaya akan hal itu"

Benar apa yang di katakan itu, namun sadarilah, keburukkan itu datang dari Allah tapi di peruntukkan kepada iblis, dan adapun manusia itu bukanlah iblis melainkan ia menjadi sifat RAHMAN dan RAHIM-NYA Allah untuk menjadi rahmat bagi alam ini
Bukankah manusia itu di ciptakan seperti rupa rahman rahimnya...???
Lalu kenapa sifat buruk ingin di sematkan pada manusia....???
Ingat... !! Manusia itu bukan iblis, melainkan manusia itu RAHMAN RAHIM-NYA yang di sifatkan "LA ILAHA ILALLAH, MUHAMAD RASULULLAH"

Allah SWT pernah berfirman kepada Dawud as:
"Aku pernah mengajarkan kepada Bani Isra'il bahwa Aku dengan seluruh makhluk-Ku tak ada hubungan nasab sama sekali, Namun mereka sangat berhasrat untuk berada di sisi-Ku, sehingga Aku memperkenankan mereka untuk mendapatkan apa yang tak terlihat mata, apa yang tak terdengar telinga, dan apa yang tak pernah terlintas dalam hati manusia"

Letakkan "Aku" di antara kedua belah matamu, lalu lihatlah Aku dengan mata batinmu, Janganlah kamu melihat orang-orang yang akalnya terselubung hijab dengan indera penglihatan yang berada di kepala mereka, Sebab pandangan akal mereka sudah penuh dengan polusi karena terputus dari pahala-Ku
Aku bersumpah demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak akan membuka pahala-Ku bagi hamba yang menaati-Ku hanya sekadar coba-coba, sekadar mencari pengalaman, atau sekadar berkeinginan (untuk taat) namun tak melakukan apa pun
Rendahkan dirimu terhadap orang yang kamu beri pelajaran, Jangan pernah berbuat aniaya atau takabur terhadap orang-orang yang berkehendak menuju kepada-Ku (al-muridin)
Semoga bermanfaat..
Asalamualaikum

ASAL SEMBAHYANG

ASAL SEMBAHYANG
Barang Siapa Mengenal Diri dengan Hakikatnya Yang Benar, Maka Orang Itulah Yang Putus Ma'rifatnya Kepada Allah.
Tetaplah orang itu yang bisa Mengusulkan sekalian Ilmu ini,
Maka bertanyalah Syekh Abd Kadir Jabal orang Ilmu Syariat kepada Syekh Karami Wali Ma'rifat
Soal : "Apakah Asal Sembahyang Itu Dengan Sebab 5 Waktu Sehari Semalam"
Jawab : "Yaitu Daripada Embun Yang Mengadakan Nuktah,
Asal Sembahyang Yang 5 Waktu itu Ialah Asal Titik Yang 3, Maka Dinamakan Rukun TIGA BELAS,

Kedatangannya itu ialah :
1. EMPAT DARI BAPAK IALAH :
- MANI jadi urat dan tulang
- MANIKAM jadi otak dan sumsum

2. EMPAT DARI IBU IALAH :
- WADI jadi bulu roma dan kulit
- MADI jadi darah dan daging

3. LIMA DARI TUHAN IALAH :
- Pendengaran
- Penglihatan
- Penciuman
- Perasaan
- Penjabatan

INILAH YANG DINAMAKAN PANCA INDRA, YAITU WAKIL TUHAN KEPADA KITA
Pendengaran terbagi empat :
Dua Mata - Dua telinga itulah Sembahyang ASHAR

Penciuman terbagi empat :
kiri kanan - depan belakang itulah Sembahyang DZUHUR

Penglihatan terbagi Tiga :
dua lubang hidung - satu mulut itulah Sembahyang MAGRIB

Perasaan terbagi Empat :
dua anggota kaki - dua anggota tangan itulah Sembahyang ISYA

Penjabatan terbagi dua :
Satu lubang Air kecil - satu lubang Air Besar itulah Sembahyang SHUBUH

1. LIMA DARI TUHAN YAITU :
Wujud Dzat Namanya
2. EMPAT DARI BAPAK YAITU :
Wujud Mani Namanya
3. EMPAT DARI IBU YAITU :
Wujud Akli Namanya

DIMANAKAH TEMPAT WUJUD ITU ?,
"Tempatnya Dalam Diri kita, Maka Wujud Yang Tiga itu ialah :
1. WUJUD DZAT Tempatnya Pada Nafas kita Yang Menjadi Ucapan Yang Tiada Berkeputusan Kepada Allah Yaitu Nyawa kita.
2. WUJUD MANI Tempatnya Pada Urat Yang Putih Yang Tiada Berdarah Yakni Benih Dalam Diri kita.
3. WUJUD AKLI Tempatnya Pada Pusat kita Yaitu Jalan Roh Awal Mula kita Zahir dari ibu kita ke dunia.

Adapun DZATI Ialah Tiang Agama Yang Zahir, Wujud MANI Ialah Tiang Agama Yang Batin.
Dua perkara yang harus kita ketahui ialah :
1. BAPAK SEGALA ROH ITU RASULULLAH.
2. BAPAK SEGALA JASAD ITU ADAM.

Hendaklah kita ketahui benih turun dari ADAM Yaitu Embun Setitik.
Air Rohani Asalnya,
MANIKAM AWAL Terjadi.
Sabda Nabi SAW :
"HUDSUNAMA 'ANU ILLA A BANI ADAM"

Sekalian Yang Menanggung Jasad itulah Semata-Mata Pada benih ADAM
Semoga bermanfaat...
Assalamualaikum

ANA AL HAQ SIRI DUA WAJIBUL WUJUD

ANA AL HAQ SIRI DUA WAJIBUL WUJUD
"ANA AL'HAQ" : SIRI 2 WAJIBUL WUJUD (Yang Pasti Ada)
Yang ada hanya Allah.
Tiada yang lain.
Yang lain tidak ada,

TAUHID ialah mengetahui SATU,
Melihat SATU dan menjadi SATU AKU SATU dan Tiada sekutu DenganKU.

Walaupun ada bertingkat-tingkat dari segi BADAN, AKAL, RUH, SIRR, NUR, DZAT,
hakikat kita bukanlah salah satu dari tingkat-tingkat itu tetapi adalah Dzat itu sendiri.

HAKIKAT MUHAMMAD ialah Kepala Pancuran semua Manifestasi (Jauhar Awwal)
Meskipun Muhammad didalam badan, hakikatnya adalah hakikat seluruh Alam.

Keturunannya ialah :
Seluruh Alam
Wali-Wali
Malaikat-Malaikat
keturunan yang lahir dari Jasadnya.
Ulama Syariat berpendapat Wujud itu ada dua :
PERTAMA - Satu Yang Asal yakni Allah.
KEDUA - Yang dijadikan atau Baharu Yakni Yang dijadikan Allah dari Tiada

Ulama Hakikat berpendapat :
Benda-benda Wujud bukan dari Tidak Ada tetapi adalah dari A'YAN SABITAH
(bentuk-bentuk tetap dalam Ilmu Allah)
Yaitu dari Wujud Allah.

Perintah KUN hendaklah pada benda yang ADA. Yang Tidak Ada Tidak dapat menerima Perentah KUN itu. Lain-Lain perbedaan Prinsip Ulama Syariat dan Ulama Hakikat :
Ulama Syariat mengatakan Wujud Kejadian berbeda dengan Wujud Allah.
Para Sufi mengatakan Tiada Perbedaan Hanya Satu Jua Yaitu Wujud Mutlak Allah

Ulama Syariat mengatakan bahwa kejadian sari ADOM.
Para Sufi mengatakan Yang Diperintah itu mestilah ada atau Wujud untuk menerima perintah dan ini ialah A'YAN SABITAH.

Yang ketiga ialah HU HU (Dia Dia) dan KAANAHU (Seperti Dia)
Ulama Syariat mengatakan dalam Fana' Makhluk menjadi KAANAHU (seperti Dia) dan bukan HU HU (Dia Dia)

Ulama Hakikat menyatakan :
"Wujud tidak lebeh dari Satu. Yang sama itu menzahirkan kepada DiriNya dengan DiriNya seperti air menzahirkan dirinya dalam bentuk ais"

Jadi Tiada Yang Fana' hanya Hu Hu. Yang lain tidak lebih dari hanya Nama-Nama dan benda-benda pada pikiran saja.
Hakikatnya Dia Yang Satu.

Semua Nama-Nama adalah Penzahiran daripada satu hakikat.
Kadang-Kadang hakikat itu lautan,
kadang-kadang buah,
kadang-kadang ombak,
kadang-kadang ais
kadang-kadang salju,
kadang-kadang Allah,
kadang-kadang Makhluk

Nama itu banyak .. Yang dinamakan itu hanya "Satu"
Bentuk-bentuk adalah DiriNya sendiri Pada Zahirnya dan Pada Hakikatnya.
Semua benda benda Wujud karena WujudNya Allah.
Dengan sendirinya mereka itu Tidak Ada.
Huruf tidak ada, Yang ada ialah Dakwat.
Yang Tidak Ada ialah cerminnya Wujud Mutlak
-Mumtanul Wujud - Ada Yang Negatif = Cermin
-Mumkinul Wujud - Ada Yang Mungkin = Bayangnya
-Wajibul Wujud - Yang Pasti Ada = Orangnya.

Ulama Syariat mengatakan Wujud benda-benda (dunia) adalah Tambahan pada Dzat.
Para Sufi mengatakan Wujud Mutlak ialah Allah. Pembatasannya ialah Dirinya sendiri.

Dzat mengetahui Dirinya sendiri..
-Dari segi mengetahui :
Dia Menjadi wajib. Pelaku tanpa kualiti, Pencipta Yang Berkuasa dll
-Dari segi Diketahui :
Dia menjadi Yang Dilakukan.
Yang diberi kualiti. Yang Dijadikan tanpa kuasa yaitu "Hakikat Insan"

Surah Al-Hadid : 04 "Dan Dia bersama kamu dimana saja kamu berada".
(Qs.Al-Hadid : 4)

Allah ialah hakikat semuanya.
Hakikat segala-galanya tiada yang kecuali.
Apabila Allah beserta dengan semua, Dia juga tanpa semua.
Selagi engkau Wujud dalam pandanganmu,
"DIA TIADA NAMPAK" dan apabila kamu tidak Wujud dalam pandanganmu
"DIA-LAH YANG ANDA NAMPAK".
Allah menzahirkan Dirinya pada sesuatu benda yang dicari oleh seseorang itu.
Tajallinya tidak terkira banyaknya.
Penyembahan Yang Terhad oleh Yang Terhad adalah Syirik!

Assalamualaikum